RADAR JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi pertemuan dari berbagai bangsa untuk saling mengenal satu sama lain. Kegiatan itu dikemas dalam International Cultural and Culinary Festival (ICCF).
Rektor UMY, Prof Gunawan Budiyanto mengatakan ICCF dimulai sejak 2015. Awalnya program tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga. Disamping suport dana juga dibantu mendatangkan pelajar asing yang ada di Indonesia.
"Memasuki tahun kedua sudah dilepas kita sendiri semuanya, mereka hanya men-support mensosialisasikan ICCF ini kepada pelajar asing. Alhamdulillah berlanjut sampai sekarang," kata Prof. Gunawan di sela acara yang digelar di Sportarium UMY, Rabu (25/4/2024).
ICCF melibatkan banyak mahasiswa asing di Jogjakarta, Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Mereka menjadikan program ini sebagai kegiatan bersama."Untuk mengenal satu sama lain, melalui ragam budaya dan kuliner," ujarnya.
Setelah ICCF mereka juga akan melakukan pertemuan sendiri. Pihaknya bersyukur antusiasme sangat tinggi. Selain mengenal budaya dan makanan, tidak jarang juga membicarakan soal politik. "Terutama dari negara Timur Tengah ini biasanya begitu, mengenai kebijakan luar negeri," ucapnya.
Bagi pelajar lokal, ICCF merupakan atmosfer Internasional yang sangat dinantikan. Pelajar yang hadir bisa mencicipi dan kenalan dengan mahasiswa asing dari berbagai negara.
"Kegiatan ini untuk mengenalkan budaya dan kuliner serta membangun hubungan mahasiswa dari berbagai negara sekaligus memperluas jangkauan UMYdi kancah internasional," ungkapnya.
Tercatat ada puluhan mahasiswa dari berbagai negara memeriakan acara tersebut. Selain itu untuk meningkatkan kesadaran di tingkat mahasiswa bahwa mereka merupakan bagian dari dunia.
“Diharapankan ICCF dapat membuat kesadaran di tingkat mahasiswa bahwa kita bagian dari dunia,” kata Gunawan.
Gunawan mengatakan, jika ICCF adalah salah satu cara untuk memajukan internasionalisasi kampus. ICCF ke-9 juga salah satu cara untuk mempromosikan keragaman dan internasionaliasi dari universitas.
Sementara itu salah seorang mahasiswa asal negara Sudan, Mohammed Mousa mengaku sangat bahagia bisa mengenalkan ragam budaya dan kulinernya kepada masyarakat di Indonesia.
"Ini luar biasa, orang Indonesia memang sangat ramah dan bersahabat," kata Mohammed sambil menyodorkan menu andalan Mahzit dan minuman Rozela. (gun/pra)
Editor : Satria Pradika