JOGJA - Ester Nurhana Kusumawati dapat diasosiasikan sebagai sosok individu yang haus akan ilmu dan terus menempa dirinya untuk belajar. Hal tersebut tercermin dari berbagai hal yang dilakukannya.
Perempuan yang kini berprofesi sebagai guru pamong Asrama Putri SMP Stella Duce 2 Jogja tersebut tak hanya mengajar.
Dia kini juga masih menjalani studi untuk kebutuhan double degree.
"Saya S1 dua kali, pertama adalah S1 Biologi Bioteknologi angkatan 2018. Sekarang ini masih jalan S1 prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya di UKDW," katanya pada Radar Jogja, Senin (22/4).
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Disleksia: Gangguan Membaca yang Memengaruhi Kemampuan Belajar
Sejak kuliah, Ester sendiri memang pribadi yang tahu tujuan yang akan dicapai. Dia banyak menyiapkan rencana secara rinci terhadap hal-hal yang dilakukannya.
"Saya mengatur target dalam hidup, mulai dari target jangka panjang seperti tahunan bulanan, mingguan, dan harian," ungkapnya.
Saat menjalani S1 bioteknologi, Ester cukup cepat menyelesaikan kuliahnya. Dia berhasil lulus dengan predikat cumlaude serta memperoleh capaian IPK sebesar 3,77.
Selain itu, pada 2019 silam, Ester juga terpilih dan menerima penghargaan sebagai mahasiswa unggul dan berprestasi UKDW periode 2019.
Baca Juga: Hari Pertama Pendaftaran, Tiga Nama Mendaftar Calon Wakil Bupati Bantul dari Partai Golkar
"Pada dasarnya saya menyukai proses belajar hal-hal baru, saya ingin menjadi macam-macam profesional," serunya.
Ester mengaku banyak tertarik dan melibatkan diri dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengenalan, pengembangan diri, dan perdamaian.
Dia percaya bahwa setiap pribadi berhak memiliki mimpi untuk diperjuangkan.
"Berbagai isu seperti pertanian lingkungan, anak dan pergerakan perempuan menuju kesetaraan menjadi perhatian saya," lontarnya.
Baca Juga: Viral! Siswa di NTT Tak Boleh Ujian Gegara Tunggak Uang Rp 50 Ribu, Begini Ombudsman NTT Tegaskan!
Selain itu, kini ia juga masih aktif berorganisasi dan tergabung dalam Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC).
Yakni, komunitas yang berupaya mencetak peacemaker muda untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat.
"Selain itu saya juga tergabung di gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, dan beberapa komunitas lain," tandasnya. (iza)