Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Commemoration of World Heritage Day 2024

Bahana. • Jumat, 19 April 2024 | 22:30 WIB

Commemoration of World Heritage Day 2024 bertajuk “Youth Engagement For World Heritage Preservation yang digelar UAJY
Commemoration of World Heritage Day 2024 bertajuk “Youth Engagement For World Heritage Preservation yang digelar UAJY
RADAR JOGJA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi tuan rumah program Commemoration of World Heritage Day 2024 bertajuk “Youth Engagement For World Heritage Preservation.

Acara ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara UNESCO Jakarta dan National Federation of UNESCO Associations in Japan (NFUAJ), berlangsung pada Kamis (18/04/24) bertempat di Lobby dan Auditorium Kampus II UAJY.

Acara dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen dari  3 universitas, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tidar Magelang.

Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. bersama dengan  Moe Chiba selaku Chief of Culture Unit UNESCO Jakarta membuka acara dengan memukul alat musik tradisional  kenong secara bergantian di Lobby Kampus II UAJY.

Brahmantara dan Dian Nissa selaku Pamong Budaya Ahli Muda perwakilan Indonesian Heritage Agency (IHA) turut menghadiri acara tersebut.

Forum ini digelar dalam format workshop dan pameran produk kreatif dengan tujuan untuk mempertemukan pakar warisan budaya dan generasi muda untuk mengenal, melestarikan, dan menemukan peran baru mereka dalam konservasi warisan budaya dunia.

Heritage preservation tidak hanya berkaitan dengan management pelestarian cagar budaya saja, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan, material, dan teknologi digunakan agar situs-situs warisan  ini tetap hidup dan dikenal oleh semua generasi. Kita membutuhkan anak-anak muda untuk menjaga dan melindungi keberlanjutan warisan kita agar tidak rusak dan tetap luhur,” ujar Moe Chiba.

Seminar yang dibawakan langsung oleh para Pamong Budaya Ahli Muda dari IHA ini mencoba menarasikan materi mengenai management pelestarian cagar budaya di Candi Borobudur dan situs Sangiran.

Brahmantara dalam paparannya berfokus pada materi dokumentasi dan perekaman situs warisan.

Bagaimana kemudian teknologi dapat berperan dalam pendokumentasian cagar budaya, yang kemudian dapat mendukung pelestarian cagar budaya itu sendiri.

Salah satu cara melestarikan cagar budaya yaitu mendekatkan komunitas masyarakat dengan situs budaya di dekatnya.

Baca Juga: Kekalahan 0-7 Persik Atas Bhayangkara FC Menyisakan Tanda Tanya Besar, Official Macan Putih Lapor Satgas Anti Mafia Bola Dugaan Match Fixing

Nissa menyebut situs purbakala Sangiran sendiri cukup sering mengadakan program tour Sangiran dalam rangka mempromosikan cagar budaya kepada masyarakat luas, khususnya para pelajar, untuk mengunjungi museum budaya.

Selain itu, rutin diadakan pula Sangiran International Youth Forum demi menarik anak muda dari seluruh dunia untuk mengikuti camp Komunitas Malam Museum.

“Saya melihat kolaborasi antara UNESCO dan UAJY bisa terus kita kembangkan lebih jauh dengan menggandeng komunitas mahasiswa Atma Jaya (Yogyakarta) yang lebih beragam lagi untuk belajar tidak hanya lewat teori saja tetapi secara aktif ikut berpartisipasi bersama dalam project konservasi warisan budaya UNESCO lainnya,” ungkap Moe Chiba.

Pada akhir acara, kegiatan ditutup dengan fashion show dan creative product exhibition dari Narawasena, Batik Girijati, The Look Kayu, Setitik, dan perwakilan komunitas budaya lainnya dari Yogyakarta, Borobudur, dan Sangiran.

Editor : Bahana.
#tuan rumah #Kampus #heritage #Sleman #radar jogja #UNESCO #Universitas Atma Jaya Yogyakarta #UAJY #Universitas