Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Uang Beredar Bisa Sebabkan Multiplier Effect

Sevtia Eka Nova • Senin, 8 April 2024 | 23:30 WIB

Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY Y Sri Susilo.
Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY Y Sri Susilo.
 

RADAR JOGJA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY telah menyiapkan penukaran uang baru sebesar Rp 5,5 triliun pada momen Lebaran ini. Angka tersebut meningkat 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun hal ini pun bisa menimbulkan multiplier effect yang bersifat positif dan negatif.

"BI mengeluarkan uang 5,5 triliun, nominalnya naik itu biasa, karena harga-harga juga banyak yang naik," kata Dosen Prodi Ekonoomi Pembangunan UAJY Y Sri Susilo beberapa waktu lalu.

Selama uang yang beredar masih bisa terkendali, maka akan jadi semacam oli bagi mesin. Yakni alat untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. "Selain itu ada tambahan uang beredar dari pemudik, spending mereka akan menambah perputaran ekonomi DIY," ungkapnya.

Susilo memperkirakan, bahwa trafik pemudik di DIY akan terjadi setidaknya 14 hari. Terhitung sejak h-7 sampai h+7 lebaran. Kedatangan para pemudik dan wisatawan tersebut dinilainya banyak memberikan andil positif, melalui kegiatan belanja, menginap, makan, hingga wisata.

"Itu semua ada manfaatnya secara ekonomi. Tapi, kalau mau fair harus dilihat juga secara pros and cons," sambungnya.

Namun, kata Susilo, tetap ada sisi negatif yang mungkin akan ditimbulkan dari banyaknya pemudik. Salah satunya adalah kemacetan yang akan terjadi di banyak titik di DIY. "Cons-nya salah satunya adalah kemacetan, saya pribadi sebagai warga Jogja sudah mengikhlaskan akan ada kemacetan yang terjadi," tuturnya.

Selain itu, yang perlu jadi perhatian adalah potensi kenaikan inflasi yang terjadi di bulan ini yang bertepatan dengan momentum Lebaran. "Salah satu konsekuensi dari banyaknya uang beredar. Itu semua multiplier effect. Tapi saya yakini lebih banyak benefit-nya," tambahnya.

Lebih lanjut, dia memproyeksikan bahwa pergerakan ekonomi di akhir April atau selepas Lebaran akan normal. "Inflasi cukup bisa dikendalikan pasca -Lebaran, termasuk saat mobilitas sekolah dan kampus normal lagi," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Multiplier Effect #bank indonesia #Ekonomi DIY #UAJY