SLEMAN - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tuan rumah pada rapat finalisasi program Beasiswa Indonesia Emas-Daerah (BIE-D).
Agenda tersebut turut menggandeng Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).
Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan sekaligus Dosen FMIPA UNY Dr Himmatul Hasanah mengatakan, BIE-D merupakan program kerjasama yang dijalin antara Apkasi, perguruan tinggi negeri, dan pemerintah daerah.
"Apkasi memandang perlunya kehadiran pemerintah kabupaten untuk menanggulangi masalah kesenjangan pendidikan, terutama di daerah-daerah," katanya, Selasa (2/4).
Dikatakan, bahwa BIE-D penting untuk direalisasikan guna mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan cara memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri daerah.
Himmatul juga menyampaikan, peran Apkasi selama ini adalah menjembatani dialog antara perguruan tinggi negeri dan pemerintah kabupaten perihal kebutuhan pengembangan SDM di masing-masing kabupaten.
Selain itu, Apkasi juga menggandeng mitra yang kompeten. Yaitu, YPAN dalam hal desain program, melakukan kajian, dan sebagai pelaksana proses pendampingan, monitoring peningkatan mutu dan kualitas, evaluasi, dan pengembangan skill terhadap mahasiswa.
Secara umum, Apkasi saat ini telah menggandeng 14 mitra perguruan tinggi negeri dengan skema BIE-D Reguler dan BIE-D RPL.
Di mana, sebagai pilot project BIE-D RPL baru diselenggarakan di 4 PTN yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sementara itu, Dewan Pembina Apkasi Sokhiatullo Laoli menyampaikan, mitra kerja Apkasi dari perguruan tinggi di Indonesia juga telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah dengan mengalokasikan kuota masuk ke perguruan tinggi.
"Harapannya tiap daerah memaksimalkan kuota yang ada untuk mendukung pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Sokhiatullo juga menambahkan, selama ini masuk perguruan tinggi negeri adalah hal yang sulit bagi anak-anak daerah.
Oleh karenanya, Apkasi memilih program ini dan merupakan pertama kali di Indonesia untuk bermitra dengan 14 perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, perguruan tinggi negeri memiliki peran sentral untuk mewujudkan SDM berkualitas yang akan berkontribusi mendukung daya saing kesejahteraan masyarakat.
Yang bisa menunjukkan kaitan erat pendidikan dengan pembangunan SDM dan mempengaruhi sektor lain.
"Program Beasiswa ini harapan baru di mana pemda menjadi fasilitator untuk merealisasikan inventasi jangka panjang dengan terbentuknya putra putri daerah yang berkompeten," serunya.
Diakuinya, bahwa selama ini anak-anak daerah masih menghadapi terbatasnya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang berkualitas.
"Padahal pendidikan menempati posisi penting dalam mendukung pengembangan potensi di daerah," tandasnya (iza)