Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Benarkah Pramuka Dihapus dari Kurikulum Merdeka? Berikut Penjelasanya Menteri Mendikbudristek Nadiem Makarim

Avelia Priscilla Putri • Senin, 1 April 2024 | 18:05 WIB

Nadiem Anwar Makarim Mentri Pneidikan dan Kebudayaan
Nadiem Anwar Makarim Mentri Pneidikan dan Kebudayaan
RADAR JOGJA- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, belum lama ini menandatangani Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 (27/3/2024) yang berkaitan tentang Kurikulum Merdeka.

Salah satu poin yang paling tersorot dalam peraturan ini adalah terkait kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) jenis krida, termasuk Pramuka.

Sebelumnya, Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekskul yang bersifat wajib di semua sekolah di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 63 tahun 2014.

Diadakanya ekskul ini awalnya bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik.

Kegiatan Kepramukaan ini dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah dengan tiga model: Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

Namun belakangan ini telah beredar isu bahwa Pramuka resmi dihapuskan dalam Kurikulum Merdeka.

Tetapi faktanya, Mendikbud Nadiem Makarim hanya mengubah status Pramuka menjadi ekskul yang sama dengan ekskul lainnya yang pada ahirnya tidak diwajibkan.

Keikutsertaan peserta didik dalam ekskul Pramuka kini bersifat sukarela, sebagaimana bunyi pasal 13 ayat (3) Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

Keputusan perubahan dari kemendikbud ini menuai pro dan kontra karena ada beberapa pihak yang mendukung karena siswa dapat memilih ekskul yang sekiranya sesuai minatnya.

Di sisi lain, ada juga kekhawatiran karena bisa saja nilai-nilai kepribadian dan nasionalisme yang ditanamkan melalui Pramuka hilang.

Namun ada beberapa orang juga yang merasa senang karena kegiatan pramuka saat ini terutama kegiatan susur sungai sangat amat meresahkan dan dapat mengancam nyawa anak – anak.

Kini pemerintah perlu melakuakan sosialisasi terkit perubahan ini secara menyeluruh kepada sekolah, orang tua, dan siswa.

Diperlukan upaya untuk memastikan bahwa nilai-nilai kepribadian dan nasionalisme tetap dapat ditanamkan kepada siswa melalui berbagai cara.

Editor : Bahana.
#Pramuka #kurikulum merdeka #nadiem makarim