Namun saat ini skripsi tidak lagi wajib sebagai syarat kelulusan, saat ini kampus menyediakan cara lain untuk lulus dari perguruan tinggi.
Skripsi merupakan salah satu hal yang sering di keluhkan oleh mahasiswa karena tingkat kesulitanya serta revisi yang memakan waktu dan biaya.
Tak jarang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi harus melakukan revisi berkali – kali dan berulang.
Berkat kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim, mahasiswa S1 dan D4 memiliki pilihan untuk menyelesaikan studi tanpa mengerjakan skripsi.
Dan berikut merupakan berapa kampus di Indonesia telah menerapkan sistem ini, seperti:
1. Universitas Negeri Yogya (UNY)
Mahasiswa UNY yang ingin lulus tanpa skripsi harus mengikuti kegiatan yang mengharumkan nama universitas, seperti PIMNAS.
Untuk lolos PIMNAS, mereka harus menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terlebih dahulu.
2. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
UMM merupakan salah satu universitas yang telah meluluskan 70 mahasiswa tanpa skripsi.
Sebagai gantinya, mereka wajib membuat jurnal ilmiah berstandar SINTA 2/3 atau WoS untuk jurnal internasional.
3. LSPR Communication and Business Institute
LSPR menawarkan dua pilihan: skripsi dan non-skripsi. Bagi yang memilih non-skripsi, mereka dapat membuat prototipe atau laporan keberhasilan bisnis yang unik.
Karya ini tetap harus ditulis dalam format ilmiah seperti skripsi.
4. Trisakti School of Management
Trisakti juga menyediakan dua pilihan: skripsi dan non-skripsi. Mahasiswa non-skripsi wajib mengambil dua mata kuliah pengganti skripsi dan mengangkat topik atau pengalaman berbisnis yang unik dalam karya ilmiah mereka.
5. Universitas Negeri Malang (UNM)
UNM menawarkan pilihan non-skripsi bagi jurusan Sastra Indonesia.
Mahasiswa dapat membuat artikel penelitian/jurnal untuk diterbitkan di jurnal bereputasi (SINTA 2/3 atau Scopus/WoS), atau karya sastra seperti novel/film.