RADAR JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menebar kebahagiaan.
Kampus yang berlokasi di Tamantirto, Kasihan, Bantul ini membagikan 5.000 takjil kepada mahasiswa selama bulan Ramadhan.
Pembagian takjil dilakukan secara drive thru dan berlangsung di koridor Gedung AR Fakhruddin A Kampus Terpadu UMY dan Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.
Dilansir dari website @kemdikbud.go.id, Rektor UMY Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto mengatakan, sebanyak 5.000 paket takjil dibagikan kepada pelajar setiap harinya selama Ramadhan.
Pembagian takjil di mulai hari pertama puasa, Senin 11 Maret 2024.
UMY membagikan 4.500 takjil kepada mahasiswa, karena hari pertama masih hari bebas.
"Tapi mulai besok kami akan membagikan 5000 takjil setiap hari," ungkap Gunawan.
Gunawan merinci, pembagian takjil meliputi 3.500 porsi untuk tumpangan dan 1.500 porsi untuk masjid kampus.
Adapun syarat untuk mengambil takjil, beber dia, cukup mudah.
Yakni, cukup menunjukkan kartu pelajar (KTM), kartu rencana studi (KRS), memakai helm saat drive thru.
Kemudian menutup aurat, tidak saling balapan, tidak bonceng tiga, tidak berbonceng dengan lawan jenis.
Dan bagi yang mengambil takjil di Masjid harus mengikuti kajian terlebih dahulu.
Gunawan juga mengungkapkan, pembagian takjil ini merupakan layanan UMY yang diselenggarakan saban bulan Ramadhan dan juga merupakan kelanjutan dari program pandemi Covid-19.
"Pada dasarnya pembagian takjil ini merupakan kelanjutan dari program pandemi covid-19 tahun 2020, ketika kegiatan sosial masyarakat masih terbatas, namun karena mahasiswa terus meminta akhirnya kami lanjutkan," ujarnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY Dr H Agung Danarto menyampaikan bahwa UMY sebagai kampus yang bermoto Unggul dan Islami, telah dan akan terus mendorong kegiatan akademiknya.
"Masyarakat menjadi insan muslim, termasuk dalam mendorong datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H," ungkapnya.
Menurutnya, sudah menjadi tradisi bagi UMY untuk membagikan takjil kepada mahasiswa pasca datangnya Covid-19.
"Agar membuat semua orang merasa bahagia, semua orang merasa senang saat merayakan bulan Ramadhan," lanjut Agung.
Agung juga menjelaskan bahwa selain pembagian takjil, UMY juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya.
Antara lain; tadarus bersama, tarawih Ramadhan, iktikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan beberapa kegiatan lainnya.
Tradisi ini dapat mempererat tali persaudaraan dan memperbanyak teman.
Ia juga berharap agar UMY terus melanjutkan tradisi berbagi takjil di tahun-tahun mendatang.
"Saya rasa ini adalah salah satu bentuk dakwah Muhammadiyah yang juga bisa diterapkan pada generasi Z saat ini. Semoga UMY terus menebar takjilnya dan memperbanyak kuota takjilnya agar tidak ada yang merasa tidak mendapat bagian,” ujar Luthfi, salah seorang mahasiswa UMY.
Editor : Meitika Candra Lantiva