RADAR JOGJA - Madrasah Muallimat Muhammadiyah menerjunkan 395 santri untuk mengikuti kegiatan Mubaligh Hijrah. Pengabdian masyarakat khusus saat Ramadhan ini, dimulai sejak 9-28 Maret di berbagai lokasi.
“Mubaligh Hijrah adalah kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh santri kelas 1 dan 2 Madrasah Aliyah dam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” kata Kepala Sekolah Muallimat Unik Rasyidah kemarin (11/3).
Uniknya menjelaskan, Mubaligh Hijrah sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Yaitu Mubaligh Hijrah Lokal, Mubaligh Hijrah Organisasi Daerah (ORDA), Mubaligh Hijrah Nasional, dan Mubaligh Hijrah Internasional.
Perihal lokasi Mubaligh Hijrah lokal meliputi wilayah di DIJ dan Jawa Tengah. ORDA Mubaligh Hijrah bertempat di Malang, Surakarta, Banyumas, Bogor, dan Talun, Jawa Tengah. Lalu, Mubaligh Hijrah Nasional dilakukan di empat daerah, yaitu Enrekang, Pomala, Bali, dan Lampung. “Sedangkan Mubaligh Hijrah Internasional meliputi tiga negara, yakni Taiwan, Thailand, dan Malaysia,” sambungnya.
Ia senang, adapun berbagai kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh peserta Mubaligh Hijrah antara lain kegiatan kultum, mengajar TPA, dan tugas kepanitiaan. Serta pengabdian masyarakat atau persyarikatan, kegiatan individu dan peningkatan kualitas ibadah selama Ramadhan.
Unik berpesan, kepada para santriwati Madrasah Muallimat Muhammadiyah untuk jangan takut ketinggalan (FOMO). Jangan juga takut untuk menjalankan ajaran Islam, jangan takut berbeda dengan lingkungan yang ada di sekitar ketika tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Untuk santriwati yang akan Mubaligh Hijrah, selamat berjuang di medan dakwah dan semangat mengimpelementasikan ilmu di masyarakat,” serunya.
Sementara itu, Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Syakir Jamaluddin menyampaikan, kegiatan Mubaligh Hijrah adalah tugas mulia dan sangat bagus untuk pengembangan dakwah. “Selamat berangkat bertabligh dengan ilmu dan amal, juga penuh sengan senyuman,” tuturnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika