Gelaran tersebut berlangsung selama tiga hari terhitung sejak 6 hingga 8 Maret di Yogyakarta yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan, bahwa salah satu capaian yang ingin diraih lewat gelaran tersebut adalah menjadikan UKMK sawit lebih baik dan naik kelas.
Sedangkan bagi BPDPKS sendiri ini adalah kegiatan yang mengkampanyekan atau mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit dalam lingkup yang lebih luas.
"Ini (kegiatan ini) perlu dilakukan karena sawit memberi banyak manfaat dalam kehidupan kita, termasuk lewat banyaknya hilirisasi produk sawit," katanya pada saat pembukaan kegiatan yang berlangsung di Auditorium LPP Yogyakarta, Rabu (6/3).
Helmi menuturkan bahwa, secara umum BPDPKS membuka peluang kolaborasi dengan seluruh pihak seperti asosiasi petani kelapa sawit, instansi pemerintah, perguruan tinggi dan pihak lain yang terkait.
Hal tersebut dilakukan untuk mengenalkan, mengembangkan dan mendorong hilirisasi dan atau membuat produk-produk berbahan sawit terutama bagi pegiat UMKM.
"Itu dilakukan salah satunya agar memberi nilai tambah dan kesejahteraan bagi para pelaku industri sawit termasuk pegiat UMKM," sambungnya.
Lebih lanjut, ia juga berharap dengan adanya kegiatan workshop tersebut akan ada UMKM-UMKM baru yang lahir dan bisa menghasilkan produk-produk baru berbahan sawit.
Ia juga menambahkan, bahwa hampir setiap bulan di berbagai daerah Indonesia selalu ada pameran baik yang diinisiasi oleh BPDPKS atau dari lembaga lain, sehingga dapat menjadi medium penting untuk semakin mengenalkan kebaikan-kebaikan sawit kepada masyarakat secara luas.
"Mari sama-sama kita bersinergi untuk mengkampanyekan secara kolektif terkait kebaikan-kebaikan sawit ini," pesannya.
Selain pegiat UMKM dan mahasiswa, kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Politeknik LPP M.
Mustangin, perwakilan Dinas UKM Belitung, Rokan Hilir Riau dan Yogyakarta.
Sedangkan narasumber dan diskusi panel di isi oleh Junianto dari Puslit Kemendag, Isnaini dari Balai Batik, Miftahudin Nur Ihsan dari CV Smart Batik dan Ratna Sri Harjanti dari PU-UMKM Politeknik LPP.
Terlihat peserta sangat antusias dengan kegiatan seperti ini, peserta semakin memahami tentang pengembangan produk-produk berbahan sawit, peserta juga dapat berdiskusi terkait topik produk-produk berbahan sawit.
"Senang rasanya bisa belajar langsung, berdiskusi dengan narasumber dan pelaku UMKM sehingga menjadi lebih paham tentang hilirisasi dan pengembangan produk berbahan sawit, terimakasih BPDPKS," tandas salah satu peserta saat di wawancara (iza).