JOGJA - Masalah mental saat ini jadi salah satu aspek yang kian nyata dialami oleh banyak orang, termasuk juga oleh para mahasiswa.
Hal tersebut diungkapkan oleh dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga membidangi psikologi komunikasi Dr Suciati.
Suciati mengatakan, permasalahan mental di kalangan mahasiswa benar dan nyata adanya.
Hal tersebut juga terjadi di mahasiswanya yang secara umum memang menunjukkan gejala dan tanda-tanda permasalahan mental.
Hingga tahap yang lebih jauh, para mahasiswanya juga sudah menggunakan jasa pihak profesional. Yakni, psikiater atau psikolog.
"Psikolog atau psikiater makin masif, sekarang orang semakin mengunggulkan materialistis, duniawi semakin kencang dan itu berpotensi membuat stres," katanya, Rabu (6/3).
Ia memetakan, permasalahan mental tersebut bisa terjadi dengan penyebab yang amat kompleks dan beragam.
Seperti karena pandemi, perkembangan media teknologi, output yang salah saat mengkonsumsi konten, hingga tekanan atau parenting yang salah dari orang tua.
"Penyebabnya sangat kompleks ya, misal pandemi itu hanya entitas kecil saja sebenernya," sambungnya.
Suciati menegaskan, pada hakikatnya penyakit mental tidak bisa diklaim oleh individu. Itu harus melalui penanganan profesional.
Disebutnya, ketika seseorang merasa depresi mungkin itu hanya stres biasa dan mengaku punya penyakit mental.
Tapi, untuk memastikan kebenarannya harus melibatkan pihak profesional.
"Ketika ada mahasiswa merasa depresi, saya tanya itu kata siapa, kalau cuma kata dia itu berarti tidak depresi, karena penyakit mental itu harus didiagnosis oleh ahli," jelasnya.
Dalam prosesnya, Suci mengungkapkan, cukup banyak menerima konsultasi secara langsung dari mahasiswa di luar kelas.
Selain itu, ia juga banyak melihat tanda-tanda dan gejala permasalahan mental yang dialami mahasiswa.
"Ketika saya lihat mahasiswa itu bermasalah secara mental, saya hubungi orangtuanya dan merekomendasikan untuk dilakukan penanganan profesional," tuturnya.
Disebutnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk monitoring kesehatan mental anak.
Di sisi lain, ada sisi positif bahwa saat ini banyak orang tua yang makin aware atas tindakan dan cara parenting mereka terhadap anak.
Sebab, bisa mempengaruhi kesehatan mental si anak.
"Orang tua tidak boleh memaksa anak, karena bisa juga penyebab permasalahan mental itu datang dari orangtuanya," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad