JOGJA - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta secara konsisten terus mengembangkan inovasi pada bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Rektor UAD Prof Dr Muchlas mengatakan, hal tersebut jadi capaian yang secara kolektif ingin selalu dilakukan dan dikembangkan oleh UAD.
"Sebagai perguruan tinggi, UAD ingin terus mengembangkan inovasi di segala bidang untuk kemajuan masyarakat, ini akan dilakukan secara hilirisasi," katanya, Kamis (29/2).
Muchlas menjelaskan, konsep hilirisasi yang dimaksudkannya adalah mengupayakan berbagai capaian dalam konteks akademik UAD bisa dirasakan manfaatnya oleh sebanyak mungkin pihak.
Dalam hal ini, UAD turut mengadopsi prinsip Technology Readiness Level (TRL) dari skala level satu hingga sembilan.
"Misal level satu itu yang bermanfaat bagi peneliti, hingga level sembilan itu yang punya dampak lebih luas dan juga dapat dikomersialkan," terangnya.
Ia menilai konsep tersebut penting untuk dilakukan. Proses hilirisasi tersebut juga berarti secara tidak langsung lebih banyak pihak yang terlibat dan memberi kontribusi nyata.
"Itu yang kami sebut hilirisasi, ada turunan produk berbasis pengetahuan, teknologi dan seni," tuturnya.
Muchlas mencontohkan, misalnya dari bidang sains dasar, UAD telah melakukan hilirisasi dalam menghasilkan teknologi.
Seperti pengembangan rudal yang juga telah disaksikan uji cobanya oleh Menteri Pertahanan RI.
Dalam konteks lain, juga terjadi pada bidang kesehatan yang kini sudah memiliki produk hilirisasi dan dikembangkan lebih lanjut.
Ada satu lagi bidang yang memiliki kekuatan besar. Yakni, teknologi informasi.
Muchlas optimistis bahwa ke depannya bidang teknologi UAD jadi salah satu aspek yang diperhitungkan.
"Kami mendorong guru besar untuk bisa berdedikasi mengembangkan berbagai penemuan. Ini juga memperkuat tekad UAD untuk jadi perguruan tinggi yang terus maju di semua aspek," serunya.
Muchlas juga menyampaikan, perkembangan teknologi digitalisasi saat ini juga harus direspon secara cepat termasuk oleh institusi pendidikan.
Dikatakannya, institusi pendidikan punya banyak peranan vital, salah satunya adalah membuat sekaligus melindungi karya cipta atau kerja.
Tak hanya bertujuan melindungi, karya cipta atau kerja tersebut juga dapat dikomersilkan dan bisa menjadikan institusi pendidikan memiliki cadangan pembiayaan yang bisa digunakan untuk menjalankan operasional dan akademik kampus.
"Saya ingin dana UAD tidak hanya datang dari UKT atau SPP. UAD harus bisa mandiri secara ekonomi dengan memperkuat dana abadi, termasuk lewat komersialisasi karya cipta dan kerja tersebut," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad