RADAR JOGJA - Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Provinsi DIY menggelar seminar di SMK-SMTI Yogyakarta. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan SMK-SMTI terhadap optimalisasi kinerja guru BK.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK-SMTI Yogyakarta Sarman mengatakan peserta seminar MGBK sebanyak 57 orang.
Pesertanya terdiri dari guru BK seluruh SMP sederajat di wilayah Kota Jogja.
"SMK-SMTI Yogyakarta memberikan fasilitas menyelenggarakan kegiatan kepada MGBK SMP Kota Yogyakarta. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap kegiatan Pemkot Yogyakarta," kata Sarman disela kegiatan seminar MGBK di SMK-SMTI Yogyakarta di Jl. Kusumanegara no 3 pada Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan, guru BK yang hadir dalam MGBK SMP diharapkan dapat memberikan referensi sekolah lanjutan terbaik di tingkat SMK pada siswa.
Layanan BK di SMTI terbagi menjadi online dan offline.
"Online diprioritaskan bagi siswa yang praktik kerja lapangan (PKL), OJT (On The Job Training) dan magang. Sedangkan offline siswa yang berada di sekolah," ujarnya.
Bagi SMK-SMTI Yogyakarta sendiri, kata Sarman, kegiatan MGBK SMP Kota Yogyakarta diharapkan mampu meningkatkan animo pendaftar.
Pada tahun ajaran baru 2024-2025 SMK-SMTI Yogyakarta menargetkan sebanyak 3600 pendaftar.
"Kami memiliki perjanjian kinerja dengan Menteri Perindustrian RI, dimana minimal 80 persen lulusan SMTI dapat bekerja dalam waktu enam bulan setelah lulus," jelasnya.
Untuk mencapai itu, dengan fleksibilitas yang dimiliki, sekolah mendapat dukungan penuh untuk mengundang industri sebagai guru tamu.
Dalam satu semester paling tidak ada 27 industri yang diundang untuk memberikan kuliah umum.
"Belum lagi industrial meeting, kata kunci kita adalah apa yang bisa kita berikan ke industri, bukan sebaliknya. Dari situ industri tertarik dengan kita dan selama ini alhamdulillah industri puas. Tahun berikutnya datang dengan sendirinya, tinggal merawat," ungkapnya.
Editor : Bahana.