Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswi UNY Kembangkan Media Interaktif Berbasis Monopoli, Monesa pun Memudahkan Siswa Belajar Pancasila

Fahmi Fahriza • Jumat, 23 Februari 2024 | 13:00 WIB

 

INOVATIF: Mahasiswi UNY Meyla Dewi Azizah mengembangkan media belajar interaktif berbasis monopoli bagi para siswa untuk memudahkan proses belajar Pancasila.Humas UNY untuk Radar Jogja
INOVATIF: Mahasiswi UNY Meyla Dewi Azizah mengembangkan media belajar interaktif berbasis monopoli bagi para siswa untuk memudahkan proses belajar Pancasila.Humas UNY untuk Radar Jogja

RADAR JOGJA - Inovasi penciptaan media belajar interaktif digagas mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Meyla Dewi Azizah. Bentuknya berupa permainan monopoli berisi materi-materi pelajaran pendidikan Pancasila yang dinamai Monopoli Negaraku Indonesia (Monesa).

FAHMI FAHRIZA, Jogja

Meyla mengatakan, pembuatan Monesa dilakukan sebagai upaya untuk menarik perhatian siswa agar mereka termotivasi. Monesa bisa jadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membuat para siswa mendapatkan pengetahuan dan juga kesenangan.


"Inovasi monopoli ini untuk mengasah kerja sama antarsiswa. Melalui monopoli ini diharapkan siswa mendapat haknya untuk belajar sambil bermain dengan suasana yang menyenangkan, sehingga pelajaran tidak lagi menjadi beban siswa," katanya kemarin (22/2).


Penelitian dan pengembangan Monesa sendiri dilakukan Meyla di SDN Kadireso Pajangan, Bantul, terhadap siswa kelas empat pada mata pelajaran pendidikan Pancasila. Ide membuat Monesa didapat Meyla saat observasi di SD itu karena belum adanya media pembelajaran yang beragam.


"Saya melihat anak-anak bermain catur bergiliran. Dari situ saya menemukan ide membuat media pembelajaran yang berbasis permainan," ujar alumni SMAN 3 Bantul itu.
Meyla akhirnya memutuskan untuk membuat permainan monopoli dengan menggunakan meja catur. Kemudian setelah mencari referensi di internet, akhirnya terciptalah media berbasis permainan yang berisikan kartu-kartu, pion, bintang dan papan Monesa.


Ia menjelaskan, Monesa terdiri atas papan permainan dengan lebar 50cm x 50cm yang di dalamnya termuat 36 petak yang terdiri atas 24 petak rumah adat, 4 petak kartu belajar, 4 petak kartu langkah, 1 petak garis start, 1 petak taman bernyanyi, 1 petak taman menari, 1 petak bebas parkir.


Kartu langkah merupakan langkah peserta untuk menjalankan pionnya. "Media ini juga diharapkan dapat diintegrasikan ke beberapa mata pelajaran lainnya," harapnya.


Ia merinci ada banyak kategori kartu yang ada di Monesa. Seperti kartu tantangan berisikan pertanyaan yang harus dijawab untuk mendapatkan kartu hak milik dan skor. Kartu hak milik berisi jawaban dari kartu tantangan dan sebagai tanda jika petak itu sudah dimiliki.


Pion merupakan benda kecil berbentuk orang-orangan yang menunjukkan posisi pemain dan bergerak sesuai angka dadu yang didapat oleh pemain. Bintang penghargaan adalah simbol skor yang diperoleh siswa. Kotak penghargaan merupakan balok yang bagian penutupnya diberi stiker.
"Juga terdapat tas penyimpanan Monesa dan buku panduan berisi panduan-panduan bermain Monesa," terangnya.

Baca Juga: Sempurna... Super Elang Jawa Terbang Tinggi di PTIK Usai Empaskan Bhayangkara, Salip Persebaya di Klasemen


Lebih lanjut ia memetakan inovasi media belajar interaktif tersebut mendapat apresiasi dan hasil yang memuaskan. Meyla merinci hasil penelitian yang dilakukan kepada guru menyatakan bahwa media ini sangat praktis, bermanfaat untuk siswa, menarik perhatian siswa dan sesuai dengan karakteristik siswa.


Sedangkan hasil testimoni dari siswa menunjukkan permainan ini sangat baik dan layak. Selain itu dapat melibatkan seluruh siswa secara bergantian dan memberikan kesempatan semua siswa untuk aktif berkomunikasi, interaksi, dan berkolaborasi dalam pembelajaran.


Meyla sendiri turut berharap kepada seluruh calon guru agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didiknya.


"Sebagai calon guru harus bisa memenuhi kebutuhan peserta didik. Seperti yang suka bermain, kita buat pembelajaran berbasis permainan. Peserta didik suka membaca, bisa diberi sumber bacaan, peserta didik yang suka menonton bisa diputarkan video," ungkapnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#universitas negeri yogyakarta #Media Interaktif Berbasis Monopoli #Monesa