SLEMAN - Ratusan mahasiswa yang datang dari 7 kampus berbeda DIY tergabung menjadi bagian dalam beasiswa cendekia Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program beasiswa tersebut dimotori oleh PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) sebagai upaya untuk menunaikan sedekah saham dalam program SAZADAH.
Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Sindung Tjahyadi mengatakan, UGM sangat-sangat membutuhkan beasiswa. Tidak saja nominalnya tapi juga kuantitas penerimanya.
"Sekitar 30 hingga 40 persen mahasiswa UGM banyak yang membutuhkan beasiswa," katanya dalam sesi pembinaan yang berlangsung di Auditorium Gedung FMIPA UGM, Kamis (22/2).
Sindung mengungkapkan, tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan membayar UKT sehingga perlu melakukan beberapa skema.
Ada yang minta penundaan dan keringanan. Mereka yang belum bisa menyelesaikan masalahnya saat ini dapat mengajukan cuti karena belum bisa membayar.
"Sesuai arahan pimpinan, tidak boleh ada mahasiswa UGM yang putus kuliah karena alasan biaya. Mahasiswa wajib mensyukuri beasiswa ini, dengan cara tertib kuliah dan syukur-syukur bisa berprestasi," pesannya.
Sementara itu, pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada PT Henan Putihrai Sekuritas yang telah menunaikan sedekah saham untuk membantu program pendidikan beasiswa cendekia Baznas.
"Terima kasih kepada PT Henan Putihrai Sekuritas yang mempercayakan sedekah saham melalui Baznas. Kita pastikan PT HPS adalah perusahaan yang taat zakat, taat sedekah dan taat syariat,” tuturnya.
Rizaludin juga menambahkan, PT Henan Putihrai Sekuritas telah menjalin kerja sama dengan Baznas untuk melakukan penggalangan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) saham melalui aplikasi HPX.
“Semoga makin banyak pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat. Sebab saham juga termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya," lontarnya.
Lebih lanjut, ia merinci 7 universitas di wilayah DIY yang saat ini bermitra dengan Baznas dan mendapat beasiswa.
Ada UGM, UIN, UAD, UII, UMY, UNY, dan UNU. Jumlah penerima beasiswa cendekia Baznas sebanyak 250 mahasiswa.
Terpisah, Head of Marketing Sharia and Customer Care PT Henan Putihrai Sekuritas Astri Faizati membeberkan, sejauh ini nominal beasiswa cendekia Baznas masih di kisaran puluhan juta rupiah.
Dia berharap bisa turut menambah nominal dan juga kuantitas penerimanya.
"Sebelumnya kami banyak fokus ke UMKM, lalu sekarang ini masuk ke pendidikan, harapannya tentu bisa memfasilitasi sebanyak mungkin," ujarnya.
Astri juga mengungkapkan, penyerahan sedekah saham untuk membantu program beasiswa ini merupakan bentuk transparansi dari perusahaan kepada para nasabah.
Yakni, bahwa zakat, infak, dan sedekah mereka telah disalurkan melalui Baznas kepada yang membutuhkan.
"Baznas dan PT Henan Putihrai Sekuritas telah kerja sama sejak 2017 melalui program sedekah dan zakat saham. Kami berharap, kerja sama ini ke depan dapat terus berkembang," tandasnya. (iza)