Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Perubahan, Banyak Mahasiswa Mengaku Enggan Bekerja di Sektor Formal, Lebih Memilih Start Up Atau Berwirausaha

Fahmi Fahriza • Selasa, 20 Februari 2024 | 22:49 WIB
Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMY Erwan Sudiwijaya.
Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMY Erwan Sudiwijaya.

JOGJA - Ada fenomena kultural yang saat ini terjadi di kalangan anak-anak muda, yakni banyak dari mereka yang tidak lagi menjadikan pekerjaan formal seperti halnya PNS sebagai tujuan utama bidang bekerja mereka.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga sekretaris prodi Erwan Sudiwijaya mengatakan, salah satu faktor yang melatarbelakangi adanya perubahan pola pikir dan perilaku tersebut dikatakannya adalah karena pandemi Covid-19 yang sempat melanda.

Erwan mencontohkan, salah satu bukti konkret yang tercermin adalah adanya perbedaan yang cukup siginifikan antara mahasiswa sebelum dan sesudah pandemi.

Disebutnya, mahasiswa pasca pandemi cenderung lebih introvert dan individual.

Bahkan, banyak dari mereka yang tidak bisa atau tidak suka menjalin hubungan sosial secara masif.

"Saya sendiri merasakan perbedaan itu, pandemi banyak merubah perspektif dan behavior mahasiswa," katanya, Selasa (20/2).

Dalam konteks lain, Erwan juga menyebut bahwa kini pendekatannya kepada para mahasiswa jadi jauh lebih hati-hati dan humanis.

Hal itu dilakukan untuk benar-benar tahu apa yang diinginkan para mahasiswanya dan menyesuaikan dengan kapasitas mereka.

Selaku dosen, Erwan beberapa kali mendapat cerita atau menanyai langsung para mahasiswanya.

Ia memetakan banyak mahasiswa yang sebelumnya telah terbiasa dengan sistem online dan tidak bertatap muka secara langsung saat pandemi, justru masih terbawa di aktivitas keseharian saat ini.

"Sebagai dosen dan orangtua saya akhirnya juga belajar lagi untuk memahami perilaku anak-anak sekarang ini," ungkapnya.

Ia sendiri menilai dalam konteks yang lebih luas, pola pikir dan perilaku tersebut juga mereka implementasikan ke sektor lain, termasuk pekerjaan.

Selain faktor-faktor tadi, pekerjaan sekarang juga banyak yang menerapkan sistem work from home (WFH) hingga work from anywhere (WFA) yang secara konsep relevan dengan keinginan para mahasiswa saat ini.

"Sekarang banyak yang kerja by online atau remote, dan itu secara growth juga makin banyak terjadi, seperti start up contohnya," bebernya.

Salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Riskia Pratiwi menyampaikan, secara personal dia memang mencanangkan untuk bekerja di sektor informal.

Bahkan, jika bisa ia sangat ingin bekerja dengan konsep WFA.

"Sekarang masih nyusun skripsi, tapi nanti pas udah lulus pengennya coba cari kerja remote sih, yang gak ketemu banyak orang," tuturnya.

Riskia membeberkan, ia bukan tipe orang yang terlalu senang berkumpul. 

Menurutnya, terlalu banyak bertemu dan berinteraksi dengan orang lain justru membuatnya lelah.

"Dari kecil sih, gak terlalu suka kumpul yang sekiranya kurang penting gitu, rasanya bikin capek aja," terangnya.

Penuturan lain datang dari Indrayanto yang saat ini bekerja di sebuah start up, sejak lulus kuliah atau sejak empat tahun silam, Indra mengaku belum pernah dan tidak tertarik untuk bekerja di sektor formal.

"Gak minat kerjaan formal kayak PNS atau ASN gitu, menurutku gak bebas dan prosedurnya kan panjang juga," ungkapnya.

Dari pantauannya, saat ini juga banyak anak muda, termasuk para mahasiswa, yang mulai menunjukkan ketertarikan untuk bekerja di sektor informal. 

 Ada yang bergerak seperti halnya start up ataupun berwirausaha.

"Kebetulan saya punya adik masih kuliah, dia mulai bangun usaha sama beberapa temennya, pernah ngobrol sama saya juga temennya banyak yang wirausaha," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#anak muda #UMY #pola pikir