Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMK Assalafiyyah Sleman Komitmen Jadi Percontohan Sekolah Lain dan Trademark Pondok Pesantren Digital

Fahmi Fahriza • Senin, 19 Februari 2024 | 00:28 WIB
SINAU: Siswa SMK Assalafiyyah Sleman mengusung konsep pembelajaran berbasis digital dan berkomitmen untuk menjadi percontohan sekolah lain.
SINAU: Siswa SMK Assalafiyyah Sleman mengusung konsep pembelajaran berbasis digital dan berkomitmen untuk menjadi percontohan sekolah lain.

SLEMAN - Penerapan ekosistem serta konsep pembelajaran berbasis digital jadi salah satu output yang saat ini sedang dijalankan dan terus dikembangkan oleh SMK Assalafiyyah Sleman.

Yakni, salah satu sekolah kejuruan berbasis pondok pesantren yang berada di bilangan Nogotirto, Gamping, Sleman.

Kepala Sekolah SMK Assalafiyyah Sleman Bayu Sudarmaji mengatakan, SMK Assalafiyyah memang ingin menjadi trademark pondok pesantren digital yang seutuhnya dan bisa jadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya.

Bayu menambahkan, pihak yayasan pondok secara konsisten memacu segenap civitas akademika untuk menciptakan ekosistem digital.

Itu mulai dari siswa atau santri yang melek teknologi, dari segi IT, multimedia, serta ekosistem pembelajaran dan administrasi digital yang dijalankan para guru.

"Salah satu indikator yang relevan dengan goals kami itu, kami pernah memenangkan pondok entrepreneur berbasis digital tahun 2021," katanya, Minggu (18/2).

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan, saat ini SMK Assalafiyyah juga sedang mengembangkan lebih lanjut 3 dimensi (3D) dan juga development web pondok pesantren.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung penuh konsep pondok digital yang dicanangkan.

Selaras dengan konsep itu pula, para siswa banyak dibekali pembelajaran berbasis praktik.

Ini untuk mengasah kemampuan mereka dengan berbagai hal yang bersinggungan dengan konsep digital mulai dari development web hingga penciptaan program.

SMK Assalafiyyah saat ini memiliki
dua jurusan. Yakni, desain komunikasi visual (DKV) dan pengembangan perangkat lunak dan game (PPLG).

"Jumlah siswa di SMK ada 150-an, 70 persen laki-laki dan 30 persen perempuan. Sistem belajar kami lebih banyak praktek, dari 5 hari kerja, 4 hari fokus praktik dan 1 hari teori," paparnya.

Mewakili pihak sekolah, Bayu membeberkan, secara umum SMK Assalafiyyah mengarahkan para siswa setelah lulus untuk bekerja.

Pihak sekolah turut memfasilitasi karena memiliki perusahaan yang siap menampung para siswa setelah lulus.

"Kami memiliki perusahaan IT yang menangani sistem informasi manajemen dan ada Assalafiyyah media center, kami salurkan banyak siswa kami di sana setelah lulus," tandasnya. 

Bayu berharap, konsep tersebut bisa segera terealisasi. Apalagi, banyak dukungan dan sumbangsih nyata yang diberikan oleh para alumni sekolah. Sebab, banyak dari mereka yang masih bertahan di pondok kendati sudah lulus sekalipun.

"Cukup banyak yang masih stay di sini setelah lulus untuk membantu di pondok. Selain itu, juga sambil menyelesaikan ngaji mereka," tutupnya (iza).

Editor : Amin Surachmad
#Berbasis Digital #Konsep pembelajaran