Kianto Atmodjo menuturkan awal beliau dan tim mendapatkan informasi terkait dibukanya pendaftaran hak paten dari LLDIKTI Wilayah V.
Melihat adanya kesempatan, Kianto bersama dengan tim mengikuti segala proses pembuatan hak paten, mulai dari mengikuti pelatihan cara pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI), pendampingan selama tiga hari, hingga menyempurnakan temuan-temuan yang ada.
Pada tahun 2022, Kianto dan tim mulai mendaftarkan hak paten pada LLDIKTI dengan membuat tulisan sesuai dengan ketentuan KI, kemudian mengikuti proses seleksi hingga revisi akhirnya akhir tahun 2023 berhasil disetujui.
Tidak banyak tantangan yang dihadapi saat mendaftarkan hak paten sederhana ini, namun masa penelitian malah memiliki tantangan yang cukup berat.
Kesulitan untuk mencari buah berunuk menjadi tantangan terberat tim saat proses penelitian. Hasil yang memuaskan merupakan buah dari kerja keras Kianto dan tim.
Dibalik itu, ada juga pihak-pihak terkait seperti Kekayaan Intelektual (KI) UAJY, LLDIKTI Wilayah V, dan pihak lainnya yang turut membantu proses pengajuan pada KI hingga berhasil diterimanya hak atas paten sederhana ini.
Hasil dari proses produksi sari buah ini menghasilkan minuman sari buah berwarna hitam pekat.
“Orang ketika pertama kali melihat minuman ini pasti akan berpikir pahit karena warnanya yang hitam. Padahal kandungan di dalam sari buah ini cukup banyak, salah satunya melancarkan pencernaan,” ujar Kianto.
Tanpa bahan tambahan, hanya melalui proses produksi yang dilakukan berdasarkan prosedur yang dibuat oleh Kianto dan tim, buah berunuk yang awalnya pahit disulap menjadi minuman banyak khasiat tanpa rasa pahit.
Dengan diterimanya hak paten sederhana ini, Kianto merasa senang dan bersyukur.
Beliau berharap semoga dosen lain bersama mahasiswa dapat melakukan penelitian kandungan yang ada pada sari buah berunuk.
Kianto berpesan kepada seluruh dosen, sebelum melakukan penelitian bersama mahasiswa, ada baiknya mengecek pusat paten Indonesia terlebih dahulu, jika memungkinkan penelitian yang baik dan unik tersebut dipatenkan.
“Jangan biarkan penelitian kita, mengulang-ngulang saja. Coba dipatenkan dan ikuti prosesnya dengan sabar. Mewakili anggota yang lain, saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan khususnya Sentra KI UAJY,” ujar Kianto.
Editor : Bahana.