RADAR JOGJA - Universitas Tidar (Untidar) meluncurkan satu pusat studi baru bernama Environmental and Disaster Management Center (EDM Center). Tujuannya untuk melakukan penelitian yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana di Magelang.
Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengutarakan, EDM Center ini sebetulnya sudah dirintis cukup lama. Para anggota pun sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota maupun Kabupaten Magelang.
Dia menjelaskan, EDM Center nantinya akan melakukan sejumlah penelitian terkait dengan kondisi lingkungan, potensi bencana, serta antisipasinya. "Secara praktik, nanti dilakukan dengan masyarakat, pecinta alam, maupun BPBD," ungkapnya.
Lantaran masih terbilang baru, para anggota EDM Center masih melakukan beberapa pendataan. Sehingga belum benar-benar terjun ke lapangan dan masih terbatas. Kendati begitu, dia terus mendorong agar pusat studi itu berjalan dengan baik sesuai visi dan misinya.
Meski merujuk pada UGM, lanjut Sugiyarto, Untidar tetap harus memiliki ciri khas yang berbeda. "Kebetulan kita berada di lingkungan khas. Tapi, secara akademis itu satu kebutuhan, terutama pengembangan ilmu pengetahuan soal lingkungan," kata dia.
Dia menambahkan, ketika terjadi bencana pun, Untidar siap terjun untuk membantu. Hal itu selaras dengan nilai responsif dari beberapa nilai yang diusung Untidar. Salah satu bentuk edukasi dalam diri dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa adalah responsif. “Salah satunya terhadap kebencanaan," imbuhnya.
Dengan peluncuram itu, Untidar kini memiliki sekitar 10 pusat studi. Upaya tersebut sebagai bentuk komitmen Untidar untuk bertransformasi dari perguruam tinggi berbasis satuan kerja (satker) menjadi badan layanan umum (BLU). (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo