Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Periode Pendaftaran Mahasiswa Baru, Pemerhati Pendidikan UNY Jelaskan Peran Krusial Orang Tua Bagi Anak

Fahmi Fahriza • Selasa, 13 Februari 2024 | 01:55 WIB
TERBUKA: Dosen Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY Das Salirawati menjelaskan tentang peran orangtua dalam proses pendampingan anak memasuki periode penerimaan mahasiswa baru.
TERBUKA: Dosen Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY Das Salirawati menjelaskan tentang peran orangtua dalam proses pendampingan anak memasuki periode penerimaan mahasiswa baru.

JOGJA - Periode penerimaan calon mahasiswa baru di jenjang perguruan tinggi sudah di depan mata. Hal tersebut turut menjadi perhatian pemerhati pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Das Salirawati.

Ia mengungkapkan, pada bulan-bulan ini siswa SMA/SMK dan MA harusnya sudah mulai berpikir dan menimbang-nimbang mau meneruskan kuliah di mana dan pada jurusan, atau program studi apa.

Peran dari orang tua disebutnya juga sangat krusial dalam proses tersebut.

"Saat-saat seperti ini peran orangtua sangat dituntut agar anak tidak kebingungan dan juga dapat diarahkan," katanya, Senin (12/2).

Kendati punya peranan dalam proses pendampingan, Das menegaskan, hal terpenting adalah orang tua tidak boleh terlalu mendikte atau bahkan menekan anak untuk masuk universitas atau perguruan tinggi pada jurusan tertentu.

Sebab, hal tersebut bisa sangat fatal bagi perkembangan mental sang anak.

Dosen Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY tersebut menunjukkan fakta bahwa banyak anak yang mengalami stres, bahkan depresi.

Di mana, penyebabnya sebagian besar akibat paksaan orang tua untuk meneruskan kuliah di program studi tertentu di perguruan tinggi tertentu.

Lebih lanjut, ia merinci, secara psikologis ada beberapa macam penyebab. Misalnya, obsesi orang tua yang sangat mendambakan anaknya menjadi sarjana tertentu.

Atau, cita-cita orang tua dahulu yang tidak kesampaian lalu anak dijadikan sasaran untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut.

"Tidak bisa orangtua memaksa seperti itu, itu hal yang keliru," tegasnya.

Das sendiri memberikan beberapa kiat untuk mengurangi tingkat stress anak dalam menghadapi kebingungan memilih program studi di perguruan tinggi.

Diantaranya, adalah merekomendasikan jurusan yang memiliki prospek kerja yang tinggi dan luas.

"Cari info sebanyak mungkin di internet atau media lain, diskusi bersama orang tua untuk melihat persaingan dan kemungkinan peluang diterimanya," tuturnya.

Kiat berikutnya yang menurutnya harus diperhatikan adalah pertimbangkan kemampuan akademis, biaya, dan mental anak.

Jangan sampai dari segi kecerdasan sudah tidak memadai, tetapi orang tua memaksakan anak memilih jurusan atau prodi tertentu sebagai ambisi atau obsesi orang tua semata.

"Demikian juga biaya atau finansial, apakah kira-kira mampu membiayai sampai lulus, Seyogianya orangtua dapat mengukur kemampuan diri, jangan hanya karena gengsi," bebernya.

Ia membeberkan, salah satu hal yang perlu diketahui oleh orang tua adalah untuk bisa menyelesaikan studi di perguruan tinggi tidak cukup hanya siap otak dan biaya.

Tetapi, juga harus siap mental. Hal ini karena ketika kuliah mahasiswa dituntut untuk lebih banyak belajar dan berusaha sendiri.

"Ada banyak faktor yang mempengaruhi dan terjadi di momen kuliah, sebisa mungkin itu harus dipikirkan dan disiapkan dari sekarang," pesannya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Wahyu Hardi, mengaku anak sulungnya akan menjajaki bangu perkuliahan tahun ini.

Lelaki asal Jetis tersebut mengungkapkan, cenderung membebaskan sang anak dalam memilih jurusan kuliah.

"Sebenarnya bebas mau jurusan apa saja, tapi anaknya juga masih bingung ini, sekarang masih saya suruh ikut les untuk persiapan," ujarnya.

Namun, Wahyu berharap anaknya tetap memilih kuliah di wilayah Jogja.

Selain faktor jarak, hal tersebut juga sangat bisa memangkas biaya transportasi dan konsumsi harian.

"Kalau bisa ya di Jogja saja, kan pilihannya juga banyak, terus bisa hemat biaya juga," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#perguruan tinggi #calon mahasiswa baru #UNY