Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa UPN Jogja Berhasil Manfaatkan Limbah Jerami Jadi Pelet Briket Biomassa, Pengganti Bahan Bakar Fosil, Lebih Ramah Lingkungan

Fahmi Fahriza • Jumat, 9 Februari 2024 | 17:45 WIB
BAKAL DIKEMBANGKAN: Tim mahasiswa UPN Veteran Jogjakarta yang berhasil memanfaatkan limbah jerami jadi pelet briket biomassa.Dokumen Pribadi 
BAKAL DIKEMBANGKAN: Tim mahasiswa UPN Veteran Jogjakarta yang berhasil memanfaatkan limbah jerami jadi pelet briket biomassa.Dokumen Pribadi 

 

 


RADAR JOGJA - Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta melakukan inovasi menarik. Mereka berhasil menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan limbah jerami menjadi pelet briket biomassa yang bernilai ekonomis.


FAHMI FAHRIZA, Sleman


Tim mahasiswa dari program studi Teknik Kimia itu terdiri atas Kalya Dinda Az-Zahra, Raisa Wahyu Saputri, dan Melati Surya Gupita. Produk inovasi melalui mini eksperimen dalam mata kuliah Kimia Fisika itu mereka namakan Ryzket.


Kalya menjelaskan, Ryzket adalah hasil pengembangan dari limbah jerami menjadi pelet briket yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. "Pelet briket sendiri merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan," jelasnya kepada Radar Jogja Kamis (8/2).


Ia mengungkapkan, dipilihnya limbah jerami salah satunya karena ketersediaan yang melimpah di Indonesia. Dikatakan, Indonesia merupakan negara agraris terbesar di dunia yang secara umum berdampak juga pada tingginya limbah jerami yang kurang dimanfaatkan.


Biasanya limbah jerami hanya digunakan sebagai pakan ternak atau malah hanya dibakar dan menghasilkan polusi udara. Mereka bertiga kemudian melakukan riset dan membuat pelet briket untuk mengubah limbah jadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini juga berdampak baik dan mempunyai nilai ekonomi.
"Selain itu limbah jerami juga mempunyai kandungan high heating value (HHV) untuk pengganti bahan bakar biomassa," lontarnya.


Gayung bersambut. Lewat penelitian dan inovasi yang sejatinya merupakan tugas mata kuliah Kimia Fisika itu, mereka berhasil memperoleh juara 1 dalam lomba Students Entrepreneurship Competition (SEC) 2024.


Ke depan Kalya membeberkan tim Ryzket akan memperbaiki draf jurnalnya agar bisa segera publis di jurnal internasional. Selain itu mereka juga ingin melakukan penelitian lebih lanjut agar produk Ryzket bisa sempurna sebagai pengganti bahan bakar fossil. "Kami juga mencari mitra agar produk ini bisa diproduksi secara massal dan dikomersilkan," harapnya.


Sementara itu, dosen pembina tim Ryzket Dr Heri Septya Kusuma menyampaikan, gagasan ide tidak hanya sebatas tugas mata kuliah. Tim Ryzket juga mencari kesempatan untuk mengembangkan produk.


"Kami terpilih sebagai salah satu peserta final. Mereka mampu menunjukkan produk Ryzket dengan baik melalui presentasi dan pameran produk yang disediakan rumah BUMN Gunungkidul," terangnya.


Heri juga menambahkan, dalam kompetisi SEC tersebut, tim Ryzket berhasil mengungguli peserta dari perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia dan akhirnya berhasil meraih Juara 1. "Keberhasilan ini tak lepas dari ide bisnis yang inovatif, implementasi kuat, serta keahlian editing dan public speaking tim Ryzket," ungkapnya.


Heri menilai keberhasilan ini tidak hanya menyumbangkan prestasi bagi mahasiswa UPN semata, tetapi juga memberikan dampak positif dalam pengelolaan limbah jerami menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. "Produk Ryzket dapat memberi kontribusi pengurangan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan," tandasnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Pelet Briket Biomassa #Pengganti Bahan Bakar Fosil #teknik kimia #Mahasiswa UPN Jogja #Limbah Jerami