Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gagal Digelar, Sekretaris Direktorat UNY Konfirmasi Seruan Konsolidasi UNY Tak Berizin

Fahmi Fahriza • Rabu, 7 Februari 2024 | 01:44 WIB

BERSAMA: Pamflet seruan pernyataan sikap yang gagal dilangsungkan di UNY karena bukan merupakan agenda resmi dari pihak universitas.
BERSAMA: Pamflet seruan pernyataan sikap yang gagal dilangsungkan di UNY karena bukan merupakan agenda resmi dari pihak universitas.

SLEMAN - Seruan konsolidasi yang rencananya dilangsungkan di Teras Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (6/2) siang gagal digelar.

Hal tersebut disinyalir karena tidak adanya izin dalam pelaksanaan aksi.

Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNY Prof Guntur mengatakan, kegiatan tersebut memang tidak memiliki izin.

"Itu betul mahasiswa kami, tapi kami luruskan bahwa kegiatan mahasiswa bisa koordinasi melalui bidang Kemahasiswaan, akademik, dan alumni, tapi kegiatan itu tidak berizin," katanya pada Radar Jogja, Selasa (6/2).

Guntur menjelaskan, secara umum direktorat tidak mengakui adanya kegiatan tersebut.

Dia menuturkan, itu hanya kumpul-kumpul mahasiswa yang saat ditanyai oleh security tentang izin ternyata mereka tidak punya izin.

"Kami sampaikan secara baik-baik untuk tidak melakukan konsolidasi yang bukan program resmi dari bidang kemahasiswaan, akademik, dan alumni," sambungnya.

Kendati demikian, Guntur mengungkapkan, sebelumnya memang ada pemberitahuan terkait rencana seruan konsolidasi tersebut. Namun, secara umum tidak ada permohonan surat izin.

"Mereka selama ini tidak atau belum pernah mengusulkan perizinan tempat untuk kegiatan tersebut, kalau pemberitahuan betul ada, tapi tidak menyebutkan permohonan surat izin," paparnya.

Saat dikonfirmasi apakah UNY akan melakukan seruan atau aksi secara resmi, Guntur menyampaikan, UNY merupakan instansi negeri.

Piihaknya tidak mau mengkritisi kebijakan apapun dari pemerintah tentang pemilu atau apapun.

"Jadi, UNY tidak akan bersikap apapun, kami mengikuti aturan ataupun alur dari pemerintah, jadi seruannya hanya itu saja," lontarnya.

Sementara itu, menyoal kampus-kampus lain di Yogyakarta yang turut menyuarakan aksi, Guntur enggan memberikan komentar secara langsung.

Dikatakannya, universitas baik negeri maupun swasta memiliki kriteria dan karakteristik yang berbeda-beda.

"Saya tidak punya komentar apapun karena semua kampus punya hak otonomi masing-masing, dan saya tidak bisa berkomentar tentang itu," tandasnya (iza).

Editor : Amin Surachmad
#gagal #tidak punya izin #UNY