JOGJA - Tanggal 3 Februari 2024 jadi hari yang penting bagi Stikes Notokusumo Yogyakarta karena genap berusia 34 tahun.
Usia 34 menandai perjalanan panjang Stikes Notokusumo yang berawal dari Akademi Keperawatan Notokusumo Yogyakarta pada tahun 1990 silam.
Dies Natalis Ke-34 Stikes Notokusumo Yogyakarta ini dilakukan berbagai kegiatan mulai dari jalan sehat yang diikuti oleh civitas akademika Stikes Notokusumo, dan pembagian doorprize.
Baca Juga: Kiper Pendiam yang Belum Puas, Hilmansyah Ingin Tingkatkan Performa Bersama RANS Nusantara
Ada pula panggung hiburan yang menampilkan tarian serta band dari mahasiswa Stikes Notokusumo Yogyakarta.
Ketua Stikes Notokusumo Yogyakarta Taukhit mengungkapkan rasa syukurnya atas berbagai pencapaian yang diraih di usia ke-34 oleh Stikes Notokusumo.
Ia berharap sekaligus mencanangkan Stikes Notokusumo akan berevolusi dan berkembang ke bentuk lain yang lebih besar.
"Semoga Stikes Notokusumo berkembang dan berubah bentuk menjadi lebih besar seperti universitas," katanya, Sabtu (3/2).
Ia mengungkapkan, bahwa 34 tahun merupakan masa yang tidak pendek bagi pertumbuhan Stikes Notokusumo.
Disebutnya, banyak hal yang dilalui. Keberlangsungan sebuah kampus secara umum tidak lepas dari satu kata, yaitu kemanfaatan.
"Kampus yang memberi manfaat harus diiringi kualitas pendidikan, kurikulum hingga civitas yang baik, itu jadi spirit kita terus meningkatkan kualitas untuk memberi manfaat," ungkapnya.
Ke depan, ia juga mengharapkan semua civitas bisa bersinergi bersama dalam memajukan Stikes Notokusumo Yogyakarta melalui harmonisasi dalam keluarga besar Stikes Notokusumo.
Itu baik mahasiswa dari prodi keperawatan dan farmasi serta seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan.
Lebih lanjut, Stikes Notokusumo Yogyakarta saat ini menerima mahasiswa baru baik dari seluruh penjuru Indonesia.
Khususnya, dari daerah terpencil di Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya.
"Diharapkan dengan beragamnya mahasiswa Notokusumo mampu menjadi lulusan handal dan bisa mengembangkan layanan kesehatan di daerahnya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis Dian Perwitasari menyampaikan, umum acara dilangsungkan secara sederhana. Namun, tidak mengurangi keharmonisan dan sinergi kebersamaan yang dijalin oleh seluruh civitas akademika.
"Ini diselenggarakan secara sederhana, namun tidak mengurangi kemeriahan acara sesuai juga dengan tema kami harmony in action, leading with passion," paparnya.
Dian mengaku bangga dan bersyukur turut menjadi bagian keluarga besar Stikes Notokusumo.
Dia berharap kiprah Stikes Notokusumo bisa lebih dikenal dan terus berkembang di masyarakat luas.
"Semoga ke depan semakin tumbuh dan berkembang, terutama di bidang tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad