RADAR JOGJA - Di tangan orang-orang kreatif, limbah bisa bernilai guna, bahkan sangat berguna sekali. Dalam projec P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), para siswa SMP Muhammadiyah 5 Jogja berhasil menyulap minyak jelantah menjadi aroma terapi.
GUNAWAN, Jogja
Pembelajaran berbasis proyek dan menghasilkan produk ini merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka. Lembaga pendidikan terus bersaing menyalurkan ide dan gagasan menjadi kenyataan.
Pembuat modul projek P5 SMP Muhammadiyah 5 Jogja Nisa Meilani mengatakan, pembuatan projec P5 berlangsung di unit 2 lingkungan sekolah setempat. "Kami mengangkat tema rekayasa teknologi tepat guna dan ramah lingkungan," katanya kemarin (1/2).
Dimulai pekan pertama minggu ini, realisasi tema rekayasa teknologi minyak jelantah menjadi aroma terapi melibatkan 123 anak dari kelas VIII. Sebagaimana diketahui, minyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, dan sebagainya. "Setiap kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 2-3 anak," ujarnya.
Secara teknis pembuatan aroma terapi dari bahan limbah cair berlangsung di sekolah. Sebelum proyek dimulai, guru pendamping mengawalinya dengan melakukan kajian pustaka. "Misalnya untuk mengetahui proses pemanfaatan limbah jelantah dari projek ini," ungkapnya.
Proyek yang dijadwalkan selama satu pekan sengaja memilih tema rekayasa teknologi berkaitan dengan permasalahan di sekitar anak. "Modal proyek rekayasa teknologi dari limbah minyak jelantah cukup terjangkau," terangnya.
Anak-anak cukup membawa lilin batangan senilai Rp 1.500, dan pewarna pakai krayon. Sementara dari pihak sekolah memfasilitasi gelas kaca dan sumbu.
Satu kelompok ditarget mampu menghasilkan aroma terapi sebanyak tiga gelas. "Satu gelas diserahkan ke sekolah dan lainnya boleh dibawa pulang," ujarnya.
Dia mengaku bersyukur sejauh ini pelaksanaan program P5 di SMP Muhammadiyah 5 Jogja berjalan lancar. Hasilnya, sesuatu dengan harapan dan sedikit penyempurnaan.
"Proyek P5 mengolah limbah minyak jelantah menjadi aroma terapi berhasil. Ketika dinyalakan awet sampai enam jam," beber Nisa.
Lebih lanjut pada pekan kedua akan ada proyek tentang hidroponik. Diawali dengan kajian pustaka dan talk show, peserta didik memanfaatkan halaman kosong untuk penghijauan.
"Berisi tanaman sayuran dan toga (tanaman obat keluarga) dengan media tanam menggunakan paralon," terang guru IPA (ilmu pengetahuan alam) ini. (laz)
Editor : Satria Pradika