Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Potensi Krisis Air Bersih, Guru Besar Lingkungan UGM Sarankan Pemanfaatan Air Hujan

Fahmi Fahriza • Jumat, 2 Februari 2024 | 00:07 WIB
Guru Besar Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Bidang Sumberdaya Air dan Lingkungan Prof Dr Ing Ir Agus Maryono IPM ASEAN Eng.
Guru Besar Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Bidang Sumberdaya Air dan Lingkungan Prof Dr Ing Ir Agus Maryono IPM ASEAN Eng.
SLEMAN - Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memiliki peran krusial dalam rangka menghadapi potensi krisis air dan lingkungan yang terjadi di masa depan.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Sumberdaya Air dan Lingkungan Prof Dr Ing Ir Agus Maryono IPM ASEAN Eng. 
 
Prof Agus mengungkapkan, secara umum pengelolaan sumber daya air dan lingkungan di Indonesia masih bersifat pragmatis dan cenderung eksploitatif.
 
"Pembangunan sungai masih menggunakan pendekatan engineering murni yang justru merusak ekosistem sungai," jelasnya, Kamis (1/2).
 
Lebih lanjut, ia memaparkan, terjadi pula masalah dalam pengelolaan air hujan. Di mana, pembangunan drainase air hujan di pedesaan, permukiman, perkotaan, dan kawasan masih dilakukan dengan konsep membuang air hujan ke sungai.
 
"Hal tersebut justru dapat menyebabkan banjir di hilir dan kekeringan di hulu," lanjut Prof Agus, yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar pertama di SV UGM tersebut.
 
Ia memetakan, perubahan iklim yang terjadi turut berdampak pada bencana alam di Indonesia karena terletak pada garis khatulistiwa.
 
Hal ini juga menyebabkan pola hujan yang berubah dengan kemarau panjang akibat El Nino yang menguat sehingga semakin mengakibatkan kekeringan ekstrem.
 
"Krisis air bersih akan menjadi potensi masalah besar yang dihadapi Indonesia," paparnya.
 
 
Disebutnya, air hujan secara umum belum dilihat sebagai sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan di Indonesia.
 
Sayangnya, air hujan biasanya dialirkan ke saluran drainase dan tidak dikelola. Padahal, sebenarnya air hujan sangat berlimpah dan dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat.
 
"Namun, banyak yang anggapan bahwa air hujan bersifat asam, mengandung polutan, dan dapat menyebabkan penyakit," ungkapnya.
 
 
Dikatakannya, upaya dan hasil penelitian serta pengembangan iptek dalam memanen air hujan diharapkan dapat membuka kesadaran masyarakat dan pemerintah.
 
Yakni, air hujan sangat layak dikelola, dipanen, dan dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
 
"Pemanfaatan air hujan jadi salah satu cara yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman krisis air bersih ke depannya," tandasnya. (iza)
 
Editor : Amin Surachmad
#UGM #sekolah vokasi #iptek #krisis air