Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kadar Kapur Air di Padukuhan Panggul Kulon Gunungkidul Tinggi, KKN Mahasiswa UMBY Beri Edukasi Filtrasi Agar Air Layak Konsumsi

Adek Ridho Febriawan • Kamis, 1 Februari 2024 | 17:33 WIB
KKN PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLIV Kelompok 15 menggelar edukasi filtrasi air dengan kadar kapur tinggi di Padukuhan Panggung Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul.
KKN PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLIV Kelompok 15 menggelar edukasi filtrasi air dengan kadar kapur tinggi di Padukuhan Panggung Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul.

RADAR JOGJA - Filtrasi air menjadi penting, untuk menjaga kadar kapur pada air.

Cara ini perlu digalakan untuk mendapatkan kualitas air yang layak.

Utamanya untuk kebutuhan konsumsi.

Inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLIV Kelompok 15.

Mereka menggelar kegiatan edukasi Filtrasi Air. Sasarannya warga Padukuhan Panggul Kulon, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

"Kegiatan ini rangkaian dari program KKN, yang diawali dengan mengkaji keluhan yang dialami warga," ungkap Ketua Kelompok 15 KKN-PPM UMBY Adek Ridho Febriawan.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga mendatangkan narasumber yang merupakan praktisi teknik lingkungan. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan, Selasa (30/1/2024).

Dalam hal ini, pengecekan kadar kapur dalam air telah dilakukan.

"Cukup tinggi. Kadar kapur uang ada di daerah Panggul Kulon, Gunungkidul ini mencapai 500 mg/I," ungkapnya.

Sementara itu, Praktisi Teknik Lingkungan Muhammad Khairul membeberkan, kandar kapur pada air sebesar 500 mg/I itu merupakan batas maksimum kandungan Total Dissolve Solid (TDS) yang ditetapkan pemerintah.

Sebagaimana ditetapkan dalam Permenkes No 492/Menkes/Per/IV/2010 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan. Permenkes ini mengatur tentang standar kualitas air minum.

Tentunya, jika kandungan ini dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya resiko penyakit batu ginjal.

Baca Juga: Jadi Kota Toleran OPD di Magelang Diminta Buat Regulasi Daerah Terkait IKT

"Sehingga filtrasi ini menjadi penting," ungkap Khairul, sapaannya.

Menurutnya filtrasi adalah sebuah proses penyaringan untuk menjernihkan air atau memurnikan air dari kotoran yang ada didalam air.

Adapun teknis filtrasi antara lain sebagai berikut:

1. Mula-mula air PAM mengalir ke penampungan

2. Dari penampungan masuk ke beberapa media saring.

3. Media saring berupa: pasir aktif, karbon aktif, genteng tanah liat, biofoam dan bioring.

4. Air yang semula mengandung kapur sudah layak di konsumsi oleh masyarakat Panggul Kulon.

Kegiatan edukasi filtrasi air ini melibatkan seluruh warga Panggul Kulon dan perangkat desa di Kalurahan Candirejo.

Dukuh Panggul Kulon Didik mengatakan sudah sejak 33 tahun lamanya warga setempat mengandalkan Perusahaan Air Minum atau air PAM.

"Tepatnya sejak tahun 1990an warga panggul kulon sudah menggunakan air PAM yang mengandung kapur,” tuturnya.

Hingga saat ini warga Padukuhan Panggul Kulon masih tetap membeli air minum dari air galon isi ulang untuk dikonsumsi kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, program ini cukup membantu warga. Setidaknya memberikan pandangan, bahwa air PAM yang masih mengandung zat kapur tinggi itu dapat diatasi dengan teknik filtrasi air yang bisa dilakukan di rumah masing-masing warga.

Dengan begitu, masyarakat Padukuhan Panggul Kulon ini dapat menikmati air bersih. "Karena setelah eduksi, juga dipraktekkan," ujarnya.

Melalui program KKN edukasi filtrasi air ini diharapkan memberikan manfaat bagi warga setempat untuk memperoleh air minum yang layak dalam kebutuhan sehari-hari.

Editor : Meitika Candra Lantiva
#layak konsumsi #edukasi #Gunungkidul #Padukuhan Panggul Kulon #candirejo #Air #Filtrasi Air #semanu #KKN PPM #UMBY