JOGJA - Artificial intelligence (AI) secara umum memiliki banyak kebermanfaatan. Namun, di sisi lain AI juga sangat berpotensi menimbulkan bahaya.
Apalagi, belum ada regulasi yang jelas terkait batas penggunaan AI.
Wakil Rektor 4 Bidang Kreativitas dan Inovasi, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) M.S. Hendriyawan Achmad menjelaskan, salah satu bahaya atau kekhawatiran terbesar soal AI adalah ketika AI sudah menyentuh tataran alam bawah sadar.
"Itu artinya AI sudah bisa beroperasi sesuai pikirannya sendiri, sudah seperti manusia dan itu bahaya," katanya, Kamis (25/1).
Hendriyawan menuturkan, pemerintah harus sesegera mungkin membuat regulasi terkait batas penggunaan AI.
Sebab, saat ini juga sudah banyak turunan progam AI yang disalahgunakan.
Ia mencontohkan, seperti halnya kemampuan AI untuk deep fake atau mengubah muka dan deep voice yang mengubah suara seseorang.
Hal tersebut menurutnya sangat berbahaya dan merupakan contoh negatif penggunaan AI.
"Deep fake atau deep voice itu bahaya, dan sekarang sudah ada fiturnya di sosial media," jelasnya.
Lebih lanjut, dari pantauannya, dia melihat kemampuan deep fake dan deep voice saat ini juga sudah cukup masif dilakukan di berbagai sektor.
Termasuk, di sektor pendidikan. Bahkan, sebagai gimmick-gimmick politik.
Baca Juga: Ingin Detoks Pencernaan Tanpa Obat ? Terapkan Enam Cara Ini
"Sudah banyak yang pakai, contoh jadi senjata untuk kampanye dan itu merugikan," lontarnya.
Hendriyawan juga berpandangan, bahwa beberapa tahun ke depan AI sangat mungkin memiliki kemampuan untuk mencetak produk atau kloning.
Selain itu, AI juga berkemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri serta memiliki empati.
"Ketika AI sudah memiliki empati dan perasaan, harus ada regulasi yang membatasi kemampuan AI sejauh mana, regulasinya harus jelas agar tidak semakin liar penggunaannya," pesannya.
Sementara dalam konteks pendidikan , ia menuturkan, AI sudah banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mengerjakan tugas-tugas.
Bahkan, dalam konteks yang lebih jauh AI juga diperbantukan untuk skripsi.
"Di dunia pendidikan AI sudah mulai masif di pakai, dan outlook saya beberapa tahun lagi akan sangat masif penggunanya," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad