Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prodi Ilmu Hadis UAD Paparkan Syarat Penting Belajar Hadis di Era Sekarang, Hadirkan Pemateri dari Malaysia

Fahmi Fahriza • Selasa, 23 Januari 2024 | 08:41 WIB
SPESIAL: Prodi Ilmu Hadis UAD menggelar  International Guest Lecture dengan pemateri Profesor Madya Pusat Pengajian Al-Qur
SPESIAL: Prodi Ilmu Hadis UAD menggelar International Guest Lecture dengan pemateri Profesor Madya Pusat Pengajian Al-Qur
JOGJA - Program Studi Ilmu Hadis (Ilha) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) baru saja menyelenggarakan International Guest Lecture. Kegiatan ini bertajuk Syarat yang Perlu Ada pada Mereka, Mereka yang Berkecimbung dalam Bidang Ilmu Hadis Zaman Now. 
 
Kaprodi Ilha UAD Jannatul Husna mengatakan,  agenda tersebut salah satunya diinisiasi  sebagai langkah untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya belajar hadis di era sekarang.
 
"Kami harap yang mengikuti International Guest Lecture bisa mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman baru," katanya Senin (22/1).
 
 
Lebih lanjut, Jannatul berharap agenda tersebut dapat mewadahi segenap mahasiswa ilmu hadis dalam proses pengembangan keilmuan Islam berlandaskan Alquran dan alsunah.
 
Dalam kesempatan tersebut, turut dihadirkan Profesor Madya Pusat Pengajian Al-Qur'an dan Al-Sunnah FKI UniSZA Malaysia Dr Rohaizan. Dia juga selaku pemateri terkait ilmu hadis.
 
Dr Rohaizan menyampaikan, ilmu hadis merupakan disiplin ilmu yang sangat luas. Bukan sembarang manusia yang dapat menyelami disiplin ilmu hadis ini. Sebab, banyak sekali ilmu turunan di bawah ilmu hadis.
 
 
"Dalam hadis itu banyak turunan mengenai definisi hadis dan beragam istilah yang dipakai," lontarnya.
 
Selanjutnya, dalam sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa, Dr Rohaizan menjelaskan mengenai apakah masih terdapat orang-orang yang ahli hadis sebagaimana syarat-syarat yang telah ditentukan oleh ulama terdahulu ataukah hanya orang-orang yang disibukkan dengan hadis saja. 
 
Ia menyebut, sebenarnya al-muhaditsiin atau orang yang banyak tahu tentang hadis tetap ada.
Itu baik dari sisi sanad maupun matan dan dan hal-hal yang berkaitan dengan periwayatannya. 
 
Disebutnya, orang-orang yang memiliki pengetahuan luas dalam bidang hadis disebut al-muhaditsiin atau orang-orang yang ahli dalam hadis.
 
"Bahkan, orientalis yang memiliki banyak sekali pengetahuan tentang hadis pun layak disebut al-muhaditsiin," ungkapnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad
#Ilmu Hadis #UAD #guest lecture