RADAR JOGJA - Tahun ini, pemerintah menambah kuota penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi 18,6 juta. Sedangkan pada 2023, penerima PIP mencapai 18 juta siswa.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengutarakan, hingga 23 November 2023, penyaluran PIP sudah menyentuh angka 100 persen. Yang mana disalurkan kepada sebanyak lebih dari 18 juta siswa.
Dalam perjalanannya, Kemendikbudristek tentu melakukan perbaikan dan inovasi untuk terus meningkatkan program ini. “Per Agustus 2021, kami meluncurkan sistem informasi Indonesia pintar (Sipintar) yang memuat data dan infromasi dari pengguna PIP,” bebernya di Lapangan Tenis Mencer Serius, kompleks GOR Samapta Kota Magelang, Senin (22/1).
Sistem informasi itu, kata dia, dapat diakses oleh dinas pendidikan dan masing-masing sekolah. Nadiem menyebut, setiap tahunnya Kemendikbudristek menyalurkan PIP kepada 17,9 juta siswa dengan anggaran sebesar Rp 9,7 triliun.
Kabar baiknya, pada 2024 ini, Kemendikbudristek menambah sasaran untuk jenjang SMA sebanyak 567.500 siswa. Kemudian, ada penambahan kuota penerima PIP untuk SMK kurang lebih 100 ribu siswa. “Dan penambahan itu dibarengi dengan peningkatan bantuan yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 1,8 juta untuk siswa SMA/SMK,” sebutnya.
Nadiem menambahkan, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek bekerja sama dengan tiga bank dalam penyaluran dana PIP. Hal itu sejalan dengan penguatan kolaborasi serta gotong royong dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar penyaluran PIP semakin terjamin.
Untuk diketahui, besaran bantuan PIP tingkat SD yakni Rp 450 ribu per tahun. Kemudian, tingkat SMP yakni Rp 750 ribu per tahun dan tingkat SMA/SMK mendapat Rp 1,8 juta per tahun. “Kita harus pastikan agar (penyaluran PIP) tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan juga tepat pemanfaatannya,” tegas Nadiem.
Presiden RI Joko Widodo mengutarakan, pada 2023, penerima PIP mencapai 18 juta siswa. Sementara tahun ini, kuota penerima PIP akan ditambah. Jumlahnya menjadi 18,6 juta siswa. “Jadi yang sudah diberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini ada 18 juta siswa. Untuk tahun ini naik menjadi 18,6 juta siswa,” katanya yang disambut riuh tepuk tangan.
Untuk itu, dia meminta kepada seluruh siswa untuk semangat dalam mencari ilmu. Karena saat ini, biaya untuk membeli kebutuhan sekolah sudah ditutup dari PIP tersebut. “Jadi, nanti diberi buku tabungan. Ngambilnya tidak perlu semuanya. Untuk buku kalau (harganya) Rp 100 ribu, ya (ngambil) Rp 100 ribu dulu. Untuk beli sepatu, bisa ngambil Rp 150 ribu,” imbuhnya.
Ketika hendak melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi pun, siswa bisa mengajukan KIP kuliah atau melalui beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Jokowi menyebut, sudah ada 960 ribu siswa yang memanfaatkan KIP untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dia berharap, siswa penerima PIP dapat mengatur pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika