Rencananya, prodi tersebut menginduk Fakultas Pertanian. Hanya saja, Untidar masih menunggu surat keputusan pembukaan prodi itu dari Kemendikbudristek.
Tim penyusun prodi D3 Farmasi bersama tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah telah melakukan tinjauan instrumen di Ruang Rapat Fakultas Pertanian, Kampus Sidotopo. Guna menilik persyaratan pembukaan prodi baru tersebut.
Perwakilan Tim LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah Gandung Sumardi mengutarakan, prodi Farmasi memiliki peluang baik di wilayah kota dan Kabupaten Magelang.
"Prodi D3 Farmasi Untidar nantinya akan berkembang," ujarnya, Jumat (19/1/2024).
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja farmasi saat ini cukup tinggi.
Tidak hanya untuk tingkat pendidikan S1, tetapi juga teknisi seperti diploma.
Saat ini, sudah ada 6 dosen yang memiliki latar belakang farmasi dan profesi apoteker sejak 2 tahun lalu di Fakultas Pertanian.
"Sehingga syarat dosen untuk pengajuan prodi baru ini sudah mencukupi. Yaitu memiliki bakground studi yang linier dengan prodi bersangkutan," tambahnya.
Dekan Fakultas Pertanian, Untidar Joko Sutrisno mengungkapkan, pada instrumen pembukaan prodi terdapat indikator keunikan prodi.
Seperti target profesi lulusan, mata kuliah, dan lain-lain. Borang pun sudah diajukan ke senat universitas.
"Selanjutnya kami meminta masukan LLDikti terkait borang atau instrumen pembukaan prodi vokasi ini. Kami targetkan semester depan sudah bisa merekrut mahasiswa baru," tuturnya.
Sementara itu. Rektor Untidar Prof Sugiyarto menyampaikan, pembukaan prodi baru memerlukan sejumlah masukan agar D3 Farmasi segera menjadi bagian dari Fakultas Pertanian, Untidar.
"Kami mengundang LLDikti dalam rangka menambah semangat agar D3 Farmasi menjadi bagian dari keluarga besar Untidar," katanya.
Upaya tersebut, kata dia, merupakan pendekatan motivasi yang detail.
"Termasuk bagaimana teman-teman yang sudah membuat instrumen bisa mencermati dan mereview, dengan harapan surat keputusan bisa turun," sambungnya.
Dia melanjutkan, pembukaan prodi D3 Farmasi ini harapannya bisa mewadahi masyarakat yang ingin melanjutkan studi pada bidang farmasi.
Hal tersebut juga menjadi langkah baik dalam mengembangkan prodi di Untidar.
"Ada mimpi dari para pendiri Untidar. Mimpinya, di Untidar paling tidak, harus mempunyai fakultas kedokteran, minimal fakultas kesehatan. Nah, mimpi ini harus dimulai, salah satu langkahnya dari prodi farmasi dan gizi," pungkasnya.
Editor : Bahana.