Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen UTY Sebut AI Tak Bisa Dibendung, Batasannya Adalah Moral dan Etika

Fahmi Fahriza • Jumat, 19 Januari 2024 | 00:07 WIB
MANFAAT: Wakil Rektor 4 Bidang Kreativitas dan Inovasi, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) MS Hendriyawan Achmad.
MANFAAT: Wakil Rektor 4 Bidang Kreativitas dan Inovasi, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) MS Hendriyawan Achmad.

JOGJA - Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) tak ayal layaknya pisau bermata dua.

AI bisa jadi hal yang positif dan membantu namun juga bisa membahayakan. Termasuk pada sektor pendidikan.

Wakil Rektor 4 Bidang Kreativitas dan Inovasi, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) MS Hendriyawan Achmad mengatakan, kini AI kian relevan digunakan dalam konteks pendidikan. Termasuk di perguruan tinggi.

"AI sejauh ini sudah mulai dipakai, baik oleh mahasiswa ataupun para dosen," katanya, Kamis (18/1).

Hendriyawan menerangkan, dalam konteks mahasiswa AI banyak dipakai untuk memudahkan mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Bahkan, di level yang jauh, AI juga banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mengerjakan skripsi mahasiswa.

"Saya tahu dan yakin ada juga mahasiswa yang pakai AI untuk skripsi mereka," serunya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sejauh ini memang belum atau tidak ada regulasi yang melarang penggunaan AI untuk kebutuhan tersebut.

Di samping regulasi yang belum jelas, faktor lain yang susah dilakukan adalah bukan perkara mudah membuktikan karya yang dilakukan mahasiswa menggunakan AI atau tidak. 

"Susah juga untuk mendeteksi karya mahasiswa pakai AI atau tidak," sambungnya.

Sementara, untuk kebutuhan dosen, teknologi AI banyak dimanfaatkan untuk memudahkan proses parafrase, proses entry data, hingga mengoreksi tulisan dan membantu proses penyusunan materi.

Hendri optimistis ke depan AI akan sangat bermanfaat dan terus masif dikembangkan untuk  diaplikasikan di berbagai sektor penting. Termasuk pada sektor pendidikan. 

Namun, ia juga mengaku memiliki kekhawatiran terhadap AI. Sebab, sejauh ini belum ada regulasi atau aturan baku yang mengatur penggunaan AI.

Dikatakannya, batas penggunaan AI saat ini adalah moral dan etika.

"Batasnya, ya, moral dan etika pengguna. AI juga punya potensi bahaya semisal untuk deepfake atau fake chat," terangnya.

Ia berharap pemerintah segera membuat regulasi yang jelas terkait pemanfaatan AI. 

Sebab selain potensi bahaya yang dimiliki, ungkapnya, AI juga tetap banyak manfaat dan sangat dibutuhkan di dunia pendidikan.

"AI dibutuhkan di dunia pendidikan, bahkan di semua jenjang pendidikan, walaupun yang relevan menggunakan paling banyak masih dari perguruan tinggi," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#UTY #ai #Artifical Intelligence