Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Arabic World Festival Jadi Ajang Pengenalan Diri UAD di Kancah Internasional

Fahmi Fahriza • Rabu, 17 Januari 2024 | 04:41 WIB
KELAS DUNIA: Sesi penutupan Arabic World Festival (Awfest) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
KELAS DUNIA: Sesi penutupan Arabic World Festival (Awfest) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
 
JOGJA - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) baru saja melangsungkan gelaran bertajuk Arabic World Festival (Awfest) yang diinisiasi oleh Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang digelar secara hybrid.
 
Untuk acara luring terpusat di Aula Islamic Center (IC) Kampus IV UAD dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube.
 
Wakil Dekan I FAI UAD Arif Rahman turut mengapresiasi BSA yang secara konsisten bisa terus menjalankan gelaran Awfest selama enam tahun berturut-turut.
 
 
"Saya ucapkan selamat kepada BSA yang sudah rutin melaksanakan kegiatan ini,” katanya, Rabu (16/1).
 
Mewakili nama fakultas dan UAD secara umum, Arif juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta karena sudah berpartisipasi secara aktif, serius, dan turut serta mengikuti serangkaian kegiatan Awfest.
 
Adapun beberapa lomba yang turut dinaungi dalam Awfest antara lain meliputi lomba kaligrafi, baca puisi Arab, menyanyi Arab, debat bahasa Arab, baca berita Arab, dan juga pidato bahasa Arab.
 
 
Diluar dari kompetisi yang dilakukan, Arif menilai bahwa Awfest bisa jadi salah satu program yang relevan untuk semakin melambungkan nama UAD. Tidak saja dalam konteks nasional namun juga internasional.
 
“Ini termasuk sarana kita mengenalkan UAD sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia,” sebutnya.
 
 
Lebih lanjut, Arif menuturkan bahwa salah satu tema besar yang diusung dalam Awfest kali ini adalah soal memberikan harapan terhadap Palestina.
 
Diakuinya, dukungan dan solidaritas terhadap Palestina bisa dilakukan dengan berbagai macam ekspresi. Jika tidak bisa dengan materi, maka bisa memberi dukungan dengan cara berdoa.
 
"Dari temanya, ini sangat kontekstual dengan keadaan sekarang, yaitu memberi dukungan dan harapan terhadap Palestina," lontarnya.
 
Sementara itu, ketua panitia Chyntia Annas turut berharap bahwa Awfest Awfest tidak saja menjadi kompetisi dengan pokok perlombaan menggunakan bahasa Arab semata.
 
Namun, lebih dari itu, ia berharap silaturahmi dan humanisme yang juga terbangun.
 
"Saya harap Awfest menjadi komunikasi untuk menyambung tali silaturahmi, membentuk konektivitas dalam berjejaring, serta mengingatkan kita betapa pentingnya kepedulian terhadap sesama," lontarnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad
#sastra arab #UAD #bsa #Bahasa