Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalankan Program Kampus Hijau, Unisa Jogjakarta Libatkan Masyarakat Sekitar

Fahmi Fahriza • Kamis, 11 Januari 2024 | 00:40 WIB
SEMANGAT: Program kampus hijau Unisa Jogjakarta lewat gerakan Lodong Sisa Dapur (LOSIDA) yang turut melibatkan masyarakat sekitar kampus.
SEMANGAT: Program kampus hijau Unisa Jogjakarta lewat gerakan Lodong Sisa Dapur (LOSIDA) yang turut melibatkan masyarakat sekitar kampus.

SLEMAN - Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) terus menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan kampus hijau dan menjadi tempat yang bersih juga sehat.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan kegiatan yang melibatkan seluruh komunitasnya serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar kampus.

Wakil Rektor II Unisa Yogyakarta Yuli Isnaeni mengatakan, salah satu inisiatif utama yang dilakukan Unisa adalah gerakan sosialisasi dan implementasi program Lodong Sisa Dapur (LOSIDA).

Program ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga melibatkan warga sekitar kampus dengan pembagian komposter LOSIDA dan ember tumpuk.

Secara umum, LOSIDA adalah daun yang sudah rontok atau jatuh didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat dan berguna untuk pertumbuhan tanaman.

Dengan memasukkan sampah organik ke dalam pipa yang sudah dilubangi, lalu disiramkan larutan air beras dengan air gula dan ditutup.

Sehingga dengan adanya program ini daun yang jatuh dan rontok tidak akan sia sia dan dapat menjadi alternatif pupuk

"Ini memberi peluang masyarakat sekitar untuk berperan aktif mengelola limbah dapur secara efisien dan ramah lingkungan," katanya, Rabu (10/1).

Tak hanya itu, Unisa juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar dengan mengadakan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah.

Yuli meyakini bahwa masalah sampah bisa teratasi dengan kerjasama antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar.

"Kami ingin jadi teladan dalam menjaga lingkungan, kesehatan bagi seluruh civitas kampus dan masyarakat sekitarnya," sebutnya.

Lebih lanjut, Yuli mengungkapkan bahwa setiap hari Sabtu di Unisa juga menjadi momen rutin bagi karyawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan senam dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Disebutnya, hal ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap kesejahteraan dan kesehatan anggota kampus, serta untuk memastikan bahwa mereka tetap dalam kondisi prima.

"Jika kondisi prima maka kontribusi juga bisa maksimal dalam lingkungan akademik," sambungnya.

Dikatakannya, upaya untuk mengurangi penggunaan plastik juga menjadi fokus di Unisa. Melalui kampanye zero sampah plastik, seluruh civitas akademik berperan aktif dalam mengurangi penggunaan plastik di dalam kampus.

"Ini upaya nyata untuk mengurangi dampak negatif penggunaan plastik terhadap lingkungan," serunya.

Terpisah, salah seorang mahasiswa Unisa Burhan Ismail mengaku turut terlibat dalam program kampus hijau yang digagas oleh Unisa.

Ia membeberkan, program tersebut sangat bermanfaat. Sebab, turut berdampak positif menghijaukan tanaman di wilayah kampus.

Selain itu, juga dapat mengajak mahasiswa untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan alam.

"Saya mengikuti kegiatan ini, program ini bagus apalagi losida itu bahan dan alatnya mudah di cari dan mudah di buat," papar mahasiswa prodi Teknologi Informasi angkatan 2023 tersebut.

Ke depannya, Burhan berharap program tersebut harus terus berlanjut sampai masa yang akan datang, ia menilai hal tersebut penting untuk menumbuhkan jiwa yang peduli akan alam dan lingkungan sekitar.

"Ini sangat penting untuk mempromosikan kesadaran lingkungan di antara mahasiswa dan staf universitas," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#unisa #kampus hijau #menjaga lingkungan