RADAR JOGJA - Momentum pemilu 14 Februari nanti turut dirasakan euforianya oleh para mahasiswa dari luar daerah. Banyak dari mereka yang akhirnya mengurus pindah untuk bisa memilih di Jogjakarta.
Salah satunya Reno Fauzan Makarim, mahasiswa jurusan kimia Universitas Gadjah Mada (UGM). Mahasiswa asal Jombang, Jawa Timur, ini mengaku sudah mengurus proses pindah memilih sejak Juli 2023.
"Sudah lama sih ngurusnya. Sejak Juli lalu, pas ada sosialisasi pertama di UGM," katanya kepada Radar Jogja Minggu (7/1).
Reno sendiri mengaku sengaja mengurus proses pindah memilih jauh-jauh hari. Ini agar tidak kelabakan atau terburu-buru pada saat mendekati momen pemilu.
Dalam prosesnya, ia mengatakan keseluruhan proses pindah memilih tidak ada kendala. Ia melakukan secara online menggunakan google form yang berisi kuisioner dan disosialisasikan di fakultas hingga jurusan di UGM.
Menyoal TPS, ia menuturkan sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut dan sepertinya akan dilakukan di lingkup UGM. "Setahu saya akan di UGM sih milihnya. Soalnya belum ada info lanjutan soal ini," tambahnya.
Coblosan, baginya, merupakan pengalaman pertamanya untuk menggunakan hak pilih di luar domisilinya. Pada Pemilu 2019 ia sudah mempunyai hak pilih, namun masih memilih di daerah tempat asalnya.
"Baru kali pertama pindah memilih di luar kota. Soalnya kalau mau maksain pulang juga, sedang sibuk-sibuknya," papar mahasiswa angkatan 2020 itu.
Terpisah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Siti Rosidatul Ifada juga baru saja mengurus proses pindah memilih ke DIJ awal Januari lalu. "Aku barusan ngurus pindah itu, 4 Januari kemarin, jadi baru banget," tutur perempuan asal Rembang, Jawa Tengah, ini.
Ifada mengungkapkan sudah mendapatkan lokasi TPS untuk pemilu mendatang, yakni di daerah Sinduadi, Mlati, Sleman. Dikatakan, TPS itu diperkirakan menjadi lokasi yang paling dekat dari kos atau domisilinya saat ini di DIJ.
"Dari kampus diarahkan ke sana. Mungkin karena paling dekat kos juga. Dan belum ada info juga di UTY ada TPS atau tidak," ungkapnya.
Ifada mengapresiasi adanya proses pindah memilih yang diperuntukkan bagi para mahasiswa atau pendatang. "Bagus dan apresiasi ya dengan adanya pindah memilih ini. Jadi tidak perlu pulang, kan lebih hemat waktu, tenaga dan biaya," tandas Ifada. (iza/laz)
Editor : Heru Pratomo