Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa Magister UIN Sunan Kalijaga Belajar Pendampingan UMKM ke SHW Center

Heru Pratomo • Kamis, 21 Desember 2023 | 00:32 WIB
Suasana diskusi mahasiswa magister UIN Sunan Kalijaga Jogja ke SHW Center
Suasana diskusi mahasiswa magister UIN Sunan Kalijaga Jogja ke SHW Center

 

RADAR JOGJA - Advokasi pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan Yayasan Syariah Hardjuno Wiwoho (SHW) Center menjadi perhatian. Empat mahasiswa dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Studi Magister Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jogja melakukan kunjungan ke Jakarta pada Rabu (20/12). 

 

Empat mahasiswa yang hadir dalam kunjungan ini yakni Mushonnif, Amirul Wahid Ridlo Wicaksono Zain, Elfira Zidna Almaghfiro, dan Vina Fellinda Alfiatun Maghfiroh. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kaprodi S2 PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jogja Dr. Moh Nur Ichwan, MA dan sekaligus didampingi Ahmad Izudin, sebagai Sekretaris Prodi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari Orientasi Program Lembaga yang diinisiasi oleh UIN Sunan Kalijaga Jogja. Mahasiswa diterima oleh Founder Yayasan SHW Center, Shri Hardjuno Wiwoho, yang menjelaskan, SHW Center fokus pada pendampingan usaha kecil, terutama di tingkat UMKM.

“SHW Center memiliki tiga unit bisnis, meliputi air mineral, peternakan ayam, dan showroom mobil, dengan tujuan mendukung UMKM dan meningkatkan kualitasnya,” kata Hardjuno Wiwoho.

Founder SHW Center tersebut menekankan pentingnya membantu UMKM mengatasi kendala, seperti sulitnya mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Para mahasiswa menyoroti nilai-nilai religius dan spiritual yang menjadi landasan dalam upaya pemberdayaan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Hardjuno juga mengingatkan Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Perdagangan untuk mengantisipasi dampak kondisi global terhadap UMKM Indonesia. Faktor-faktor seperti kondisi geopolitik dunia, konflik Palestina dan Israel, serta pemilu serentak 2024 dapat berdampak negatif, terutama pada UMKM yang mengimpor bahan baku.

Founder SHW Center mengajukan beberapa langkah antisipatif kepada pemerintah, seperti memberikan subsidi untuk bahan baku impor, pelatihan efisiensi produksi, dan dukungan untuk pengembangan produk inovatif. 

“Penting untuk melakukan kerja sama lintas sektor dan adaptasi UMKM terhadap perubahan kondisi global,” tandas Hardjuno. 

Editor : Heru Pratomo
#Magister #UIN Sunan Kalijaga #SHW Center #UMKM