BANTUL - Para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 9 Bantul melakukan persiapan Pentas Seni (Pensi) Sekolah. Kali ini, drama musikal Rama dan Sinta menjadi tema yang akan dipertontonkan.
Kisah pewayangan memiliki pelajaran nilai moral dan pendidian karakter yang tinggi.
Dengan kisah wayang dikemas secara musikal diharapkan siswa tidak hanya mengambil nilai moralnya saja. Namun juga upaya nguri-uri kebudayaan dan dapat dinikmati tanpa kejenuhan.
Koordinator penampil kelas IX E Anjani Liswandari mengatakan latihan sepulang sekolah. Dan sudah dimulai sejak Senin (11/12/2023). Sekitar 32 siswa kelas IX E terlibat.
"Persiapan demi persiapan dilakukan dengan penuh semangat dan kegigihan. Walaupun pelaksanaan acara masih akan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember besok," jelasnya, Jumat (15/12/2023).
Persiapan dan latihan dilakukan jauh hari bukan tanpa alasan. Sebab, mereka harus menghafal gerakan dan lagu yang cukup rumit.
Tujuannya membangun kekompakan dan mensinergikan koreografi tarian agar sempurna.
Drama musikal yang diadaptasi dari cerita Wayang Rama dan Sinta akan sempurna dengan atraksi lain.
Di antaranya, para siswa akan mempersembahkan tarian kecak dan tari modern.
Ketua Kelas Haidar mengatakan telah membagi teman-temannya dalam beberapa kelompok. Mereka dibagi sesuai dengan peran masing-masing.
"Bima akan memerankan karakter Rama, sementara Naimah akan memerankan Sinta dan Alif akan memerankan Hanoman," ujarnya.
Ada pun siswa lain yang terlibat ialah Anjani, Dhea, Pramadita, Haidar, Farros, Azami, Danu, Adhit, Ari, Asqar, dan Syauqi akan menampilkan tarian kecak.
Sementara itu, Azalia, Najwa, Adhina, Khoirin, Najla, Nabila, Fitri, Mita, Shohi, Neisha dan Nayla akan menampilkan tarian Boria Upin Ipin.
Sedangkan Adhit, Naimah, Alif, Nunik, Bima, Ayu, Asqar, Aisyah, Ari, dan Naura akan menampilkan tari nada asmara dan seluruh siswa dari kelas IX E akan menampilkan tari "Living the Lights On". (lan/bah)
Editor : Bahana.