BANTUL - Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja Vidyana Mandrawaty menegaskan pentingnya kemampuan bersaing di era revolusi industri yang berkembang sangat pesat.
Sebab, siapa pun yang tak mampu bersaing, dapat tersingkirkan dengan mudah. Khususnya, dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
"Pemanfaatan teknologi informasi artificial intelligence di mana kecerdasan manusia dapat dengan mudahnya ditiru. Bahkan dikembangkan menjadi mesin super cerdas untuk menggantikan peranan manusia," jelasnya pada prosesi wisuda ke-30 STTKD Jogja di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (9/12/2023).
Menurutnya, telah tiba masa di mana setiap aspek kehidupan tidak hanya diisi dengan kemampuan akademik dan kerja keras saat bekerja saja. Namun kemampuan untuk memadukan ilmu dengan perkembangan teknologi.
Sebab, teknologi bisa menjadi peluang, sekaligus ancaman jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM.
"Teknologi dilahirkan dari kepekaan manusia dalam mengelola rasa dan karsa, kemampuan menyelaraskan dengan setiap keadaan serta merumuskan kebermanfaatannya untuk kehidupan," jelasnya.
Oleh sebab itu, para lulusan STTKD Jogja disiapkan menjadi taruna sekaligus perwira bangsa yang handal. Diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat.
Nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini ditanamkan bukan hanya sekedar tata tertib ataupun simbol semata.
Dia menegaskan tenaga profesional STTKD Jogja harus memiliki ciri-ciri 5T, yakni Takwa, Teknokrat, Tanggap, Tanggon, dan Trengginas. Kelima hal ini ialah output yang dijanjikan untuk industri dan juga untuk bangsa.
Selain itu, ada tiga hal mendasar yang dimiliki lulusan. Disiplin pada berbagai hal dalam kehidupan, memiliki komunikasi yang santun dan efektif serta jiwa kepemimpinan.
"Nilai-nilai STTKD adalah jaminan mutu untuk lulusan STTKD dalam berkarya dan bersinergi dengan perkembangan zaman," imbuhnya.
Wakil Ketua Bidang Akademik STTKD Jogja Erwhin Irmawan mengatakan sebanyak 246 wisudawan angkatan ke-30.
Mayoritas lulusan ialah jurusan D1 Ground Handling (GH) sebanyak 25,6 persen atau 63 orang. Disusul D4 Managemen Transportasi Udara (MTU) sebanyak 23,98 persen atau 59 orang.
"Kemudian D1 Pramugari-pramugara 17,88 persen atau 44 orang, S1 Teknik Dirgantara 14,22 persen atau 35 orang, D3 Aeronautika 12,19 persen atau 30 orang dan D3 Managemen Transportasi 6,09 persen atau 15 orang," jelasnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad