RADAR JOGJA - Sukirno tampak tegar saat nama puterinya disebut jadi salah satu wisudawati di Universitas Tidar (Untidar), Sabtu (25/11). Sukirno pun maju mewakili puterinya. Suasana hening dan haru seketika menyelimuti Gedung Kuliah Umum (GKU) dr HR Suparsono, Untidar.
Sebab, prosesi wisuda atas nama Rifa Uswatun Hasanah harus diwakili oleh ayahnya, Sukirno. Sebab, wisudawati program studi (prodi) S1 Ekonomi pembangunan itu telah meninggal dunia sebelum wisuda berlangsung.
Rifa diketahui meninggal dunia pada 16 September 2023. Lantaran mengidap penyakit kanker rahim yang telah dideritanya beberapa tahun belakangan. Sukirno harus menguatkan diri ketika menerima ijazah dan berjabat tangan dengan Dekan Fakultas Ekonomi Untidar Prof Hadi Sasana.
Sukirno tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen dan rekan Rifa yang telah mendampinginya selama berkuliah di Untidar. "Rifa telah berjuang membanggakan orang tuanya dengan menyelesaikan masa studinya, walaupun Allah SWT berkehendak lain," ujarnya.
Selama berkuliah, Rifa memang tinggal berjauhan dengan orang tua. Namun, Rifa sesekali menghubungi ayahnya. Bahkan beberapa minggu sebelum meninggal dunia, dia sempat mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan studi S2. Dia pun bersedia tinggal bersama orang tuanya di Depok, Jawa Barat.
Rifa masuk dalam daftar wisudawan dengan predikat pujian atau cumlaude dan memperoleh IPK 3,75. Semasa kuliah, wisudawati kelahiran Magelang, 10 Juni 2000 ini termasuk anak yang rajin dan tidak suka menunda pekerjaan. Utamanya dalam mengerjakan tugas.
"Kalau ada tugas, Rifa langsung mengerjakan. Tidak suka mengerjakan sesuatu yang mepet deadline. Bahkan, suka mengajari temannya jika ada tugas yang belum dipahami," tutur sahabat Rifa, Rahma Aprilia.
Rahma, Rena, dan Novia merupakan tiga sahabat Rifa yang membantu segala keperluan administrasi pendaftaran wisudanya. Sekaligus yang menjalin komunikasi dengan keluarga sampai akhirnya bisa mewujudkan janji mereka untuk wisuda bersama.
"Kami yakin Rifa pasti juga bahagia dan tenang di sana, akhirnya kami bisa wisuda bersama dan pastinya dia pun senang ada keluarga yang mewakilkannya," beber Rahma.
Untidar kembali menyelenggarakan wisuda sarjana dan diploma pada Sabtu dan Minggu (25-26/11). Berbeda dengan pelaksanaan wisuda sebelumnya, wisuda ketiga di 2023 ini diselenggarakan dua hari berturut-turut.
Pada Wisuda ke-65, Untidar meluluskan 905 wisudawan. Jumlah ini merupakan jumlah wisudawan terbanyak. Demi tertib dan lancarnya acara, panitia memutuskan menyelenggarakan kegiatan wisuda dalam dua hari. "Pelaksanaan wisuda kali ini sangat istimewa, wisuda dibagi dalam dua sesi. Jumlahnya meningkat tajam yaitu 905 personel," jelas Rektor Untidar Prof Sugiyarto.
Sesi satu dilaksanakan Sabtu (25/11) untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi (FE) dengan total 474 wisudawan. Sedangkan sesi dua dilaksanakan Minggu (26/11) untuk mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan total 431 wisudawan. (aya)
Editor : Heru Pratomo