RADAR JOGJA - Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogja berupaya menambah kompetensi mahasiswa melalui Instiper Academy. Perguruan tinggi yang fokus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian, perkebunan dan perhutanan itu menambah kompetensi agar mahasiswa siap terjun ke industri kerja.
Penambahan bidang kompetensi disesuaikan dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Tujuannya, mahasiswa tidak hanya berkutat pada jurusan yang melulu tentang pertanian hingga kehutanan secara konservatif saja.
Baca Juga: INSTIPER Cetak SDM Bidang Perkebunan
Tidak main-main, Instiper Academy mengambil banyak bidang ilmu. Di antaranya Robotics Academy, Drone Academy, Multimedia Technology Academy hingga Artificial Intelligence Academy.
"Kokurikuler, ini bidang-bidang yang dirasa bisa memberi tambahan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi perubahan apapun, apakah itu perubahan teknologi, perubahan tuntutan di masyarakat, perubahan bidang pertanian hingga perhutanan," kata Rektor Instiper Jogja Harsawardana di sela-sela acara Instiper Academy Week #2, Kamis (16/11).
Baca Juga: Instiper Jogjakarta Patenkan Kurikulum, Siapkan Mahasiswa di Dunia Kerja
Jadi kokurikuler melengkapi kompetensi di kurikulum pembelajaran dan diinisiasi oleh Institut. Misalnya saja, Harsa menyebut misal ada mahasiswa ahli bidang kehutanan sekaligus ingin memiliki kemampuan di bidang pembuatan peta kerja, maka bisa masuk ke Drone Academy.
"Jadi memang itu dijadikan agar mendekatkan mahasiswa dan alumni sesuai dengan kebutuhan pasar. Sekaligus melatih keterampilan," ujarnya.
Baca Juga: Sukeskan Program Pemerintah, INSTIPER Gelar Vaksinasi Bagi Mahasiswa
Dengan kompetensi mahasiswa unggul, maka diharapkan serapan lulusan di Industri semakin tinggi. Sejak dahulu, Instiper Jogja sudah berkolaborasi dengan perusahan-perusahan sehingga proyeksi lulusannya langsung diserap. Penambahan kompetensi diharapkan menambah serapan lulusan Instiper Jogja di industri. "Di academy, tiap ada hal baru bisa diubah, perkembangan apa diikuti. Kalau kurikulum ditinjau lima tahun," imbuhnya.
Senada, Warek II Instiper Jogja Wiwin Dyah Ully Parwati mengatakan kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan pendamping. Jadi, bukan kurikulumnya tapi pendamping. Sehingga para mahasiswa tetap berkewajiban menyelesaikan SKS namun dapat dilengkapi dengan pembelajaran di academy sebagai pelengkap penambah pengetahuan.
Baca Juga: Nadiem: Ijinkan Kuliah Tatap Muka, 793 Maba Instiper Ikuti Pembukaan Kuliah
Misalnya, kata dia, di Fakultas Pertanian ada program studi Agroteknologi ada mata kuliah budidaya tanaman sayuran. “Tapi ketika mereka berada di akademi yang namanya smart greenhouse maka dia akan lebih piawai untuk membudidayakan sayuran dan buah di greenhouse. Jadi itu pelengkap kurikulum," jelasnya. (lan)
Editor : Heru Pratomo