RADAR JOGJA -- Setiap tahun, Universitas Indonesia (UI) menilai kampus-kampus di seluruh dunia berdasarkan tingkat konservasi lingkungan.
UI Green Metric World University telah melakukan peningkatan ini sejak 2010.
Transportasi, penggunaan pengolahan udara, pengelolaan limbah, pengaturan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pendidikan dan penelitian adalah enam elemen yang dipertimbangkan dalam penilaian UI Green Metric.
Tujuan peningkatan UI Green Metric ini adalah untuk meningkatkan infrastruktur dan tindakan pergerakan lingkungan di seluruh kampus.
Sebagai informasi dari Badan Pusat Statistik, pada tahun akademik 2021–2022, Jawa Tengah memiliki 256 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten. Menurut UI Green Metric 2022, lima kampus di Jawa Tengah yang ramah lingkungan:
1. Universitas Diponegoro
Kampus ini yang mengabadikan seorang nama sosok pahlawan Indonesia menduduki peringkat ke-2 se-Indonesia dank e-29 se-dunia.
Universitas Diponegoro mendapatkan total skor yaitu 8.750 dengan poin paling tinggi pada indicator pendidikan dan penelitian juga mendapatkan penilaian terendah pada indicator pengolahan air.
2. Universitas Negeri Semarang
Pada UI Green Metric juga mendapatkan total skor 8.625 dengan point paling tinggi pada aspek energy dan pada perubahan iklim serta terendah pada aspek pengolahan air.
Kampus ini menempati posisi ke-6 se- Indonesia dan ke-42 se-dunia.
3. Universitas Sebelas Maret
Universitas ini terletak di Surakarta dan mendapatkan total skor 8.625 dengan penilaian yang tertinggi pada aspek pendidikan dan riset.
Sementara itu aspek terendah pada aspek pengolahan air.
4. UIN Walisongo
Universitas Islam Semarang menduduki posisi ke-31 di Indonesia dan ke-271 di seluruh dunia dengan skor 7.135.
UIN Walisongo menerima skor tertinggi untuk indikator energi dan perubahan iklim, tetapi untuk indikator pengolahan udara menerima skor terendah.
5. UIN Salatiga
Salah satu kampus di Kabupaten Salatiga mendapatkan skor 5.045 pada UI Green Metric 2022, dengan poin tertinggi untuk indikator energi dan perubahan iklim, tetapi poin yang lebih rendah untuk pendidikan dan penelitian.
Dengan jumlah poin ini, UIN Salatiga menduduki posisi ke-61 di Indonesia dan ke-684 di seluruh dunia.(Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)
Editor : Bahana.