Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lantik dan Sumpah 42 Psikolog Baru, Rektor UMBY Minta Bantu Selesaikan Masalah Kesehatan Mental

Wulan Yanuarwati • Jumat, 27 Oktober 2023 | 00:50 WIB
TERJUN LANGSUNG: Prosesi pelantikan dan sumpah profesi psikolog oleh UMBY di The Rich Hotel, Kamis (26/10/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
TERJUN LANGSUNG: Prosesi pelantikan dan sumpah profesi psikolog oleh UMBY di The Rich Hotel, Kamis (26/10/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Sebanyak 42 mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dilantik dan disumpah psikolog di Hotel The Rich, Kamis (26/10/2023).

Dengan dilantiknya puluhan psikolog baru, diharapkan dapat segera terjun di masyarakat, membantu mengurai permasalahan sosial yang berimbas pada kesehatan psikologis.

Rektor Dr UMBY Agus Slamet mengatakan, permasalahan yang ada di Indonesia maupun dunia sangat banyak dan kompleks. Hal ini menimbulkan masalah tidak hanya masalah fisik saja namun juga masalah psikologis.

"Permasalahan banyak sekali. Kalau kita amati akhir-akhir ini, baik anak-anak, remaja maupun orangtua banyak mengalami masalah. Dan kesehatan mental menjadi permasalahan penting," tegasnya.

"Saya pikir banyak permasalahan yang harus diurai dan (psikolog) harus membantu untuk diselesaikan permasalahan," lanjutnya.

Agus Slamet juga meminta seluruh mahasiswa yang berhasil lulus Strata 2 dan disumpah menjadi psikolog agar terus belajar.

Meski sudah tidak kuliah, menurutnya, ilmu pengetahuan baik di bidang psikologi maupun bidang lain harus terus diperbarui dan ditingkatkan.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Reny Yuniasanti mengatakan pelantikan dan sumpah 42 psikolog kali ini merupakan yang terbanyak sepanjang Fakultas Psikologi UMBY berdiri.

"Harapannya (kerja keras saat kuliah) ini dibawa sampai melakukan profesi kita sebagai psikolog. Gelar yang diterima tidak hanya diharapkan gelar pengetahuan saja, tetapi harapannya juga kita membawa hati kita sebagai psikolog," ujarnya.

Reny tidak menampik bahwa dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.

Hal ini dapat dilihat dan dirasakan secara langsung di kehidupan sehari-hari. Sehingga memang profesi psikolog sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Banyak kondisi yang mengharapkan bantuan kita sebagai psikolog untuk berkontribusi," ujarnya.

"Kita bisa mengedukasi kesehatan mental tapi juga harus bisa mendampingi dan mewujudkan kesehatan mental yang lebih baik. Itu yang kami harapkan. Belajar tidak berhenti di sini," lanjutnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#Universitas Mercu Buana Yogyakarta #UMBY