JOGJA - Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meneliti ekstrak daun kopi sebagai pembasmi hama pada tanaman cabai.
Akar pohon cabai seringkali busuk akibat serangan jamur patogen bernama Phytophthora capsici. Sulit terdeteksi karena berada di dalam tanah.
Mereka ialah Harnung Wulan Dari dan Nanda Rachma Agustina dari prodi Biologi, Respa Ardian prodi Kimia dan Amelia Noormufida Widya Hartanti prodi Pendidikan Kimia.
Harnung Wulan Dari mengatakan selama ini pengendalian patogen jamur oleh petani menggunakan fungisida sintesis. Karena dinilai lebih praktis dan efektif.
Baca Juga: Piala AFC: Pasukan Serdadu Tridatu Siap Curi Poin di Markas Central Coast Mariners
"Namun penggunaan fungisida sintesis yang melebihi batas dapat membahayakan organisme lain, mengganggu kesehatan, menghasilkan residu hingga pencemaran lingkungan," ujarnya, Rabu (25/10/2023).
Penggunaan fungisida sintetis dapat diminimalisir dengan biofungisida. Yakni fungisida berbahan dasar ekstrak tumbuhan dengan bahan aktif yang mampu menghambat pertumbuhan jamur.
Bahan aktif yang digunakan tersebut berasal dari metabolit sekunder, salah satunya ialah alkaloid. Alkaloid diketahui bisa masuk di antara dinding sel dan DNA.
Kemudian mencegah replikasi DNA jamur sehingga pertumbuhan jamur akan terganggu.
Berdasarkan penelitian, daun kopi (Coffea Canephora) memiliki kandungan alkaloid yang cukup tinggi. Sebesar 13.552 mg/g daun kopi tua.
"Kandungan alkaloid ekstrak daun kopi yang tinggi diharapkan dapat menghambat pertumbuhan jamur phytophthora capsici," ujar Nanda Rachma Agustina.
Baca Juga: ODGJ Penerima Layanan Rehabilitasi Meningkat
Secara teknis penelitian, tanaman cabai diambil dari populasi yang sehat dan homogen. Lalu diberi infeksi jamur phytophthora capsici. Setelah tanaman cabai terinfeksi jamur, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk perlakuan yang berbeda.
Selanjutnya, nanoemulsi senyawa alkaloid ekstrak daun kopi diaplikasikan pada tanaman yang sudah terinfeksi.
Caranya dengan disemprotkan dan disiramkan ke tanaman, kemudian diamati apakah ada tanda-tanda pertumbuhan jamur. Apakah ada pembusukan atau kerusakan pada bagian tertentu pada tanaman.
Setelah itu, dilakukan analisis dengan menghitung persentase penghambatan pertumbuhan jamur pada setiap kelompok tanaman cabai.
Baca Juga: Erick Thohir Berikan Motivasi Kepada Para Punggawa Timnas U17 Usai Kembali Ke Tanah Air
Penelitian ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Belmawa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKM-RE tahun 2023. (lan).