RADAR JOGJA - Lima mahasiswa UNY baru saja menciptakan inovasi tongkat pintar penerjemah bahasa yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra. Mereka tergabung dalam tim PKM (Program Kreatif Mahasiswa).
Kelima mahasiswa tersebut yaitu Yosefina Wea Dede, Alamanda Fransisca S dan M. Mico Nopriansyah dari prodi Pendidikan Bahasa Jerman, Rahadian Abimanyu dari prodi Sastra Inggris, dan Khoiriyah dari prodi Pendidikan Luar Biasa.
Inovasi canggih tersebut dinamakan See Life. Teknologi ini berupa tongkat canggih yang dapat membantu penyandang tunanetra dalam kegiatan menerjemahkan dan belajar bahasa.
Inovasi ini dilengkapi dengan fitur unggulan berupa language live translating.
Tongkat pintar ini terintegrasi Assistive Technology, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT).
Cara kerja See Life ini yaitu terdapat pada fitur live translating. Live translating diaktifkan melalui kamera.
Fitur dalam teknologi ini terintegrasi dengan AI (Artificial Intelligence ) yang terhubung dengan KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) dan Google Translate.
Hal tersebut dapat mempermudah penyandang tunanetra dalam kegiatan menerjemahkan bahasa atau belajar bahasa asing.
Sehingga mereka bisa belajar bahasa asing secara mandiri dan tidak harus bergantung dengan orang lain.
Dilansir dari website Humas UNY (16/10/2023), Alamanda Fransisca sebagai salah satu pencetus mengungkapkan bahwa gagasan ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan literasi bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan.
Tidak hanya fitur live translating, teknologi See Life ini juga dilengkapi dengan sensor DHT11 dan micro camera yang berguna untuk membantu penyandang tunanetra melakukan aktivitas perjalanan.
Fitur ini terhubung langsung dengan Google Maps dan Find My Device yang akan menyesuaikan titik lokasi keberadaan sang pengguna.
Kemudian desain tongkat See Life terbuat dari bahan solid yang ringan dengan bentuk yang dinamis sehingga dapat mempermudah pergerakan pengguna.
Informasi lebih lengkap tentang See Life dapat diakses melalui sejumlah media sosial, seperti instagram, youtube, facebook. (Annida Muthi’ah/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.