RADAR JOGJA - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman menyelenggarakan pemilihan pemimpin pengurus organisasi Dewan Siswa (Dewa). Pemilihan dikonsep layaknya pemilu. Bertujuan untuk mengajak para siswa belajar berdemokrasi.
Rangkaian seleksi sudah dilakukan selama tiga bulan melalui kegiatan leadership. Dan menyisakan 16 siswa terbaik yang bakal menjadi pemimpin Dewa periode 2023/2024. Mereka diuji di panggung terbuka di hadapan seluruh civitas akademika sekolah.
“Keenam belas calon ini sebetulnya semua mampu semua pantas menjadi Dewa Mayoga," ujar Kepala MAN 3 Sleman Moh Fadlil Afif Selasa (17/10).
Fadlil menekankan pentingnya memiliki prinsip dalam pemilu dan tidak boleh asal-asalan atau ikut-ikutan. Siapa pun yang terpilih, juga harus memiliki tanggung jawab dan mampu menjadi teladan yang baik.
"Menjadi pemimpin tidaklah mudah, banyak proses berat dan panjang yang dilalui. Dan 16 calon ini sudah terbukti lewat pengalamannya,” sebutnya.
Pada kesempatan ini, dia pun mengimbau agar siswa selektif dalam memilih. “Pilih yang terbaik dari yang terbaik,” pesannya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pemilu kali ini berbeda. Media yang digunakan masih sama menggunakan Google Form. Namun panitia pemilu hanya menyediakan dua device yang digunakan untuk mengisi Google Form tersebut.
Proses pemilihan dilakukan di kelas masing-masing, didampingi pembimbing akademik dan petugas pemilu. Siswa memilih berurutan sesuai predensi dan mengisi link pemilu dengan perangkat yang telah disediakan. Mereka tidak boleh menggunakan HP atau perangkat sendiri. Agar proses berjalan aman dan tidak ada kecurangan. (lan/eno)
Editor : Satria Pradika