RADAR JOGJA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kini telah memiliki program doktor pada program studi (prodi) arsitektur. Itu setelah pihak kampus menerima izin dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto mengatakan, surat keputusan (SK) dari Kemendikbud Ristek tentang izin penyelenggaraan program doktor pada Prodi Arsitektur di UAJY telah disetujui pada tanggal 28 Agustus 2023 lalu. Kemudian diserahkan kepada pihak kampus pada Senin (9/10) dan beroperasi pada tahun ajaran 2023/2024.
Nurhartanto menyampaikan, program doktor arsitektur di UAJY untuk saat ini sudah menerima lima mahasiswa dari kalangan dosen. Sebelumnya ada sebanyak sepuluh pendaftar namun hanya lima yang diterima.
Dengan sudah dibukanya program doktor pada prodi arsitektur itu, Nurhartanto berharap hal tersebut bisa dikembangkan pada prodi-prodi lain di UAJY. Seperti prodi hukum, prodi teknik informatika, hingga prodi teknik sipil.
"Semoga dengan dibukanya program doktor arsitektur semakin memacu kinerja dengan terus menetapkan standar sudah disepakati, serta meneguhkan komitmen yayasan," ujar Nurhartanto disela penyerahan SK Penyelenggaraan Program Doktor Arsitektur di UAJY, Senin (9/10).
Sementara itu, Kaprodi Program Doktor Prodi Arsitektur UAJY Amos Setiadi menyampaikan, program doktor arsitektur itu diusulkan pihaknya sejak bulan November tahun 2022 lalu. Dalam prodi tersebut pihaknya menerapkan sistem pembelajaran berbasis Artificially Intelligent Neuro-Architecture (AINA). Yang merupakan kolaborasi arsitektur, informatika, dan psikologi.
Amos menerangkan, kurikulum pembelajaran yang diterapkan dalam program doktor arsitektur tersebut berjalan selama tiga semester. Ia juga menyampaikan, bahwa program doktor pada prodi arsitektur arsitektur sudah diupayakan sejak tahun 2016 lalu. Namun untuk sumber daya manusia-nya baru bisa siap dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
"Di Indonesia kita yang pertama kali menggunakan ciri khas AINA," katanya. (inu/ila)