Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenapa Generasi Z Disebut Rendah Dalam Minat Baca, Kenapa Demikian...

Bahana. • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 02:05 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Generasi Z tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi. Di era sekarang akses untuk mendapatkan informasi sangatlah mudah karena adanya jaringan internet yang menjadikan kunci untuk membagikan sebuah informasi.

Seiring perkembangan zaman provider layanan internet pun semakin bertambah banyak dengan harga yang sangat bersaing satu sama lainnya.

Munculnya telfon gadget yang bervariasi harganya, menjadikan kebutuhan sekunder bagi para Generasi Z.

Dengan adanya gadget dan luasnya jaringan internet membuat Generasi Z bisa bebas untuk membuka akses hiburan tanpa ada batasan.

Dengan kebebasan mengakses apapun dalam gadget membuat generasi z sering lupa dalam menjalani kewajibannya.

Mereka menjadi lupa bahwa belajar dan membaca bisa menjadi satu hal yang penting untuk membentuk karakter anak bangsa Indonesia yang lebih baik.

Generasi Z menjadi malas membaca karena sudah tersedia banyak akses informasi untuk mendapatkan sebuah informasi.

Mungkin hal ini baik, akan tetapi akhirnya kadi banyak disalahgunakan oleh setiap orang yang menggunakan internet.

Akhirnya Generasi Z hanya cukup copy dan paste semua tulisan di internet untuk dijadikan jawaban tanpa membacanya terlebih dahulu dan tanpa memahami apa isi tulisan itu.

Dari sekian banyaknya Generasi Z yang memanfaatkan jaringan internet dengan secara positif, tetapi ada juga Generasi Z yang memanfaatkan internet terputusnya sekat-sekat informasi dunia secara negatif.

Hal tersebut menjadikan Generasi Z malas bersosialisasi secara langsung, malas membaca, dan juga malas melakukan kegiatan positif lainnya.

Baca Juga: MSD Pertemukan Pemda, Bisnis, Ormas dan Kampus

Menanamkan minat baca pada masa Generasi Z ini akhirnya memang merupakan tantangan yang cukup menjadi tugas kaum muda dan milenial juga untuk menyadarkan rekan seusianya, segenerasi, untuk membudayakan membaca.

Walau mungkin hanya sekedar membaca petunjuk cara penggunaan sesuatu, atau membaca sebelum membeli barang di online shop.

Sehingga tidak terjadi miss-komunikasi antara pengguna segala macam aplikasi, dengan kreator aplikasi. Atau tidak ada miss-komunikasi antara pembeli dan penjual.

Walau mungkin bentuk buku sudah dirasa kuno atau mungkin kurang cocok dengan kaum milenial, setidaknya memperbanyak e-book, e-comic atau electonic base lainnya akan mempermudah kaum milenial dalam mengembalikan semangat membaca dan memperoleh informasi yang positif.

Kesadaran pribadi menjadi sangat penting untuk menumbuhkan lagi minat membaca di kaum milenial.

Karena segala upaya yang dilakukan bisa saja tidak ada manfaatnya jika pribadi generasi Z di Indonesia ini memang sangat malas membaca dan tidak mau berubah untuk lebih baik.

Untuk menumbuhkan minat itu, mungkin perlu digalakkan sebuah program hari membaca.

Gadget bisa diatur dalam beberapa jam di tiap harinya tidak dapat akses portal lain selain WA dan E-Book.

Mungkin hal ini memudahkan Generasi Z akhirnya harus membaca. Selain itu, pendidikan di rumah dengan orang tua pun menjadi sangat penting untuk menumbukan kembali minat baca ini.

Orang tua harus memberikan waktu disiplin dalam memegang gadget. Sehingga anak bisa mengikuti disiplin itu dan terbawa terus sampai dewasa. Jika perlu, jangan berikan anak-anak gadget di masa mereka masih usia di bawah 10 Tahun.

Karena anak-anak di usia tersebut lebih banyak ingin menggunakan aplikasi bermain dibandingkan membaca.

Jika anda sebagai orang tua yang sayang anaknya, pasti ingin melihat anaknya bisa membaca, dan juga paham apa yang mereka baca daripada memahami games yang sedang mereka mainkan.

Lebih dari itu, semua harus dimulai dari saat ini. Dimulai dari kita sendiri dan bersama-sama. (Adek Ridho Febriawan)

 

Editor : Bahana.
#membaca #radar jogja #generasi z #Baca #Indonesia