Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gagas Laboratorium Virtual, Rektor UAD Prof Muchlas Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Teknologi Kejuruan

Wulan Yanuarwati • Minggu, 1 Oktober 2023 | 22:37 WIB
FLEKSIBEL: Rektor UAD Muchlas saat dikukuhkan menjadi guru besar di Amphitarium Kampus UAD Jogja. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
FLEKSIBEL: Rektor UAD Muchlas saat dikukuhkan menjadi guru besar di Amphitarium Kampus UAD Jogja. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

JOGJA - Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Profesor Muchlas dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Teknologi Kejuruan, pada Sabtu (30/9/2023). Muchlas mengagas pembelajaran melalui laboratorium virtual.

Dalam orasinya, Muchlas menerangkan kurangnya dana operasional menjadi salah satu masalah yang dihadapi dalam pendidikan teknik dan vokasi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi menjadi ekosistem pendidikan yang tidak bisa jika tidak diikuti.

"Praktik menggunakan laboratorium virtual dapat memberikan fleksibilitas ruang dan waktu, efisiensi pembelajaran yang tinggi dan peningkatan hasil belajar," ujarnya.

Pihaknya telah memulai transformasi pendidikan teknik dan vokasi melalui pengembangan laboratorium virtual sekitar 20 tahun yang lalu.

Perkembangan teknologi simulator digital saat itu belum sepesat sekarang. Pada saat itu tidak mudah.

"Proses pengembangan laboratorium virtual di dua dekade yang lalu memang penuh dengan tantangan.

Selain masih sedikitnya simulator yang tersedia, juga orientasi teknologi jaringan komputer khususnya internet belum banyak disematkan pada simulator yang dikembangkan," paparnya.

Pada 2003, ditemukan perangkat lunak DSCH2 sebuah simulator digital yang dibangun oleh Etienne Sicard dari Institut Nasional Sains Terapan, Toulouse, Perancis.

Dengan menggunakan korespondensi email kepada
pengembang maka pihaknya diizinkan menggunakan simulator tersebut.

"Sampai hari ini laboratorium ini masih terus beroperasi untuk mendukung praktik di program studi teknik informatika. Selama 20 tahun beroperasi, laboratorium virtual yang kami kembangkan telah melayani lebih dari 3.372 mahasiswa," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan tujuh tahun sebelum pandemi Covid-19, pihaknya sudah mengembangkan laboratorium virtual yang bisa diakses secara online.

Pada saat itu, kesulitan yang dihadapi ialah masih kurangnya aplikasi simulator digital pendukung laboratorium virtual.

"Melalui rekayasa tertentu, akhirnya kami berhasil membangun laboratorium virtual yang bersifat online. Aplikasi learning management system (LMS) dari Moodle kami gunakan sebagai platform pengelolaan praktik," jelasnya.

Namun ada persoalan yang harus dihadapi. Di satu sisi ingin simulator dapat diakses secara
online.

Namun, di sisi lain simulator yang tersedia berupa aplikasi desktop yang hanya dapat beroperasi pada mode stand alone.

Sehingga diperlukan modul open desktop pada LMS untuk meng online-kan simulator. Namun modul ini juga belum tersedia.

Keterbatasan resources tersebut diatasi dengan menggabungkan aplikasi desktop dengan aplikasi remote access. Pada saat itu, digabungkan antara aplikasi breadboard simulator dengan aplikasi Team Viewer.

"Kami tidak membayangkan tujuh tahun setelah model praktik ini kami ciptakan, dunia dilanda pandemi Covid, di mana semua pembelajaran baik di kelas maupun laboratorium diarahkan berlangsung secara online," jelasnya.

"Pada masa pandemi ternyata model praktik online yang kami ciptakan sangat berguna sebagai sarana praktik online," imbuhnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#ilmu teknologi #UAD #guru besar #Universitas Ahmad Dahlan