RADAR JOGJA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut istilah narco terrorism saat kuliah kebangsaan di Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja. Sebuah istilah yang menggabungkan antara narkoba dengan teroris, perdagangan narkoba oleh teroris.
"Kelompok teroris ini sekarang berjejaring dengan kelompok narkoba, dikenal dengan nama narco terrorism, ini yang terjadi dan ini yang sedang dihadapi di Indonesia," tegasnya, Jumat (29/9) di hadapan 2.500 mahasiswa Unisa Jogja.
Listyo mewanti-wanti dan meminta mahasiswa untuk mewaspadai hal tersebut. Dan mengikuti serta peduli terhadap perubahan sikap yang terjadi pada teman yang ada di sekitar mereka. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. "Begitu ada teman kita kemudian merubah kebiasaanya, tolong diikuti, ada masalah apa, keluarga atau pribadi tolong diikuti," ujarnya.
Kondisi saat ini, persebaran narkoba sangat masif dan menyasar mahasiswa. Para sindikat menyesuaikan kebiasaan dan hobi anak muda untuk masuk secara halus. Kemudian menjerat generasi bangsa dengan narkoba. Masa depan Indonesia terancam dengan banyaknya generasi muda yang terjerat narkoba.
Mantan Kabareskrim itu mengingatkan, di lingkungan mahasiswa, mereka masuk awalnya diledekin. Setelah itu terpaksa mencoba. Begitu mencoba ingin lagi. “Dikasih habis. Setelah ketagihan baru di situ masa depan menjadi suram," jelasnya.
Listyo juga mewanti-wanti agar terus mewaspadai masalah intoleransi, kapitalisme hingga terorisme. Masalah tersebut dihadapi hampir semua negara termasuk Indonesia. Dan salah satu yang disasar ialah generasi bangsa. Jenderal Listyo Sigit menegaskan agar berhati-hati. "Mereka senang sekali menggunakan doktrin-doktrin, teroris ini dengan menumpang di agama tertentu," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNISA Jogja Warsiti mengatakan pentingnya kuliah kebangsaan untuk membentuk generasi emas berkemajuan. Terutama bagi mahasiswa baru Unisa Jogja. Salah satu upaya Unisa mempersiapkan mahasiswa berkarakter, terus disemai agar kecintaan tanah air meningkat. “Diharapkan kuliah kebangsaan akan memberikan semangat dan motivasi untuk terus maju dan berkeunggulan," jelasnya. (lan/pra)
Editor : Satria Pradika