Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nuclear for Peace, untuk Kesehatan hingga Pertanian, Bukan Senjata

Wulan Yanuarwati • Jumat, 29 September 2023 | 15:42 WIB
Wisuda Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jogja di Grand Rohan Hotel, Rabu (27/9/2023) / Wulan Yanuarwati - Radar Jogja
Wisuda Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jogja di Grand Rohan Hotel, Rabu (27/9/2023) / Wulan Yanuarwati - Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jogja mendukung implementasi Nuclear fo Peace. Tidak digunakan sebagai senjata mematikan peradaban. Nuklir justru dapat dimanfaatkan pada bidang kesehatan, energi alternatif hingga pertanian.


"Kami itu Nuclear for Peace, pemanfaatan teknologi nuklir adalah untuk energi, kesehatan, pertanian, perindustrian," tegas Direktur Poltek Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zainal Arief usai memwisuda 102 mahasiswa, Rabu (27/9).


Pemanfaatanya, lanjut dia, seperti di bidang kesehatan akan sangat membutuhkan teknologi nuklir. Karena dalam perkembangannya kini banyak RS membutuhkan teknologi nuklir. “Yang otomatis membutuhkan tenaga yang menguasai teknologi nuklir," lanjutnya.


Apalagi, lanjut dia, pada Selasa (26/9), Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Pleno Tingkat Tinggi dalam rangka Memperingati Hari Internasional Pemusnahan Total Senjata Nuklir di Markas PBB Amerika Serikat.


Dalam pertemuan tersebut, menlu menyampaikan pernyataan bersama negara-negara ASEAN. Yang pada intinya berkomitmen untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara bebas dari senjata nuklir dan dari senjata pemusnah massal lain. "Kami tidak mengarah pemanfaatan nuklir untuk senjata," imbuhnya.


Dia pun mengingatkan, maka tugas utama yang diemban oleh Poltek Nuklir Jogja ialah menghasilkan lulusan kompeten dan profesional di bidang kenukliran. Sembari menunggu perkembangan kebijakan menyoal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia. "Saat ini sebelum ada proses PLTN, atau perluasan pasar kerja bidang kenukliran, kita tetap membekali para lulusan kita dengan kompetensi tadi," ujarnya.


Sementara itu, total 102 mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 33 mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir (TKN), 33 mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi (Elins), dan 36 mahasiswa program studi Elektromekanika (Elmek).


Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Poltek Nuklir Jogja Muhtadan mengatakan dalam upaya peningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Poltek Nuklir bekerjasama dengan dengan Toms Politeknik University (TPU) Rusia dan SLRI Thailand serta Hungaria.
Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kapasitas. “Kami berencana mengirim mahasiswa untuk magang. Mulai semester ganjil ini. Selain itu, sudah ada dosen Poltek Nuklir yang melaksanakan studi lanjut di sana,” ujarnya.


Setidaknya ada 30 persen mahasiswa yang diwisuda sudah diterima bekerja melalui program kerjasama dengan jejaring. Mereka diundang ke kampus untuk melakukan rekruitmen sesuai standar. Dalam hal ini, Poltek Nuklir hanya memfasilitasi.“Terkait kinerja mahasiswa Poltek Nuklir yang menjalani magang dan tugas akhir di perusahaan. Jika kinerjanya baik, bisa langsung dikontrak oleh perusahaan tempat mahasiswa melaksanakan magang dan tugas akhir,” ujar Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerja Sama, Adi Abimanyu. (lan/pra)

Editor : Satria Pradika
#Poltek Nuklir Jogja #BRIN