BANTUL, Radar Jogja - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja mengukuhkan Prof Dr Suyadi MPdi sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam. Suyadi dikukuhkan melalui Sidang Senat Terbuka di Amphitheater Gedung Kedokteran UAD Jogja pada Senin (11/9/2023).
Suyadi mengangkat pentingnya implementasi ilmu yang mempelajari otak atau neurosains dengan pendidikan agama. Pidato pengukuhannya berjudul Neurosains Pendidikan Islam, From Neuron to Nation.
"Agama dan kualitas otak manusia menjadi faktor penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban dunia," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UAD Bersama Warga Kadirojo Adakan Program Sedekah Sampah
Dia menyebut, Indonesia memiliki lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terbanyak di dunia. Mencapai 889 PTKI dalam berbagai bentuk mulai dari sekolah tinggi, institut, maupun universitas. Namun, potensi ini belum dioptimalkan sebagai kekuatan sosio kultural maupun intelektual.
"Banyaknya PTKI belum berkontribusi bagi peningkatan kualitas otak dan kecerdasan kehidupan bangsa secara signifikan," ujarnya.
Terlebih, saat ini Indonesia memiliki bonus demografi. "Bahkan, ketika Indonesia berada di puncak bonus demografi, rendahnya kemampuan kognitif dan mutu pendidikan Islam menjadi persoalan tersendiri," lanjutnya.
Baca Juga: Lomba PAI Tingkat TK Segera Digelar, Dewan Juri Wajib Profesional
Faktor utama yang menyebabkan pendidikan Islam belum berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa ialah karena pendidikan Islam belum memiliki perhatian serius terhadap kecerdasan. Termasuk, kualitas otak dan pengembangan akal.
Alquran sendiri mendorong manusia terus berpikir dan mengembangkan kualitas otaknya. Hal ini dibuktikan pada kata 'aql (penafsiran terhadap akal, red) yang diulang sebanyak 49 kali.
"Oleh karena itu, perlu dibangun bidang ilmu baru yang memadukan 'aql dan otak dalam Alquran dan neurosains. Ilmu baru ini mempelajari kualitas otak manusia dalam pendidikan Islam yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban dunia," paparnya.
Baca Juga: 58 Mahasiswa UMY Terjerat Pinjol, Rektor UMY: Untuk Lifestyle Bukan Bayar Kuliah
"Membangun bangsa yang besar (nation) justru dapat dimulai dari meningkatkan kualitas sistem syaraf pusat yang terkecil (neuron) atau otak manusia. Dengan kata lain, besar kecilnya peradaban suatu bangsa ditentukan oleh kualitas otak warga negaranya," lanjutnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Dr Muchlas MT mengatakan, pengukuhan guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan studi Islam. Khususnya, bagi Fakultas Agama Islam UAD Jogja.
Baca Juga: Upacara HUT ke 78 RI, Rektor UIN Jogja Al Makin Bacakan Kidung Rumekso Ing Wengi Tolak Bala
“Kami berharap pencapaian guru besar ini dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi pengembangan UAD, khususnya Fakultas Agama Islam,” ujarnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad